Bisnis.com, JAKARTA — Insiden kebakaran terjadi di pabrik BYD Shenzhen, China pada Selasa (14/4/2026) dini hari. Otoritas setempat dan perusahaan memastikan api telah dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan keterangan otoritas pemadam kebakaran yang dikutip dari Carnewschina, insiden terjadi sekitar pukul 02.48 waktu setempat di sebuah gedung parkir bertingkat di distrik Pingshan, Shenzhen.
Tim tanggap darurat dari tingkat kota hingga distrik langsung dikerahkan ke lokasi setelah laporan diterima untuk melakukan penanganan awal kebakaran. Asap tebal membumbung dari area fasilitas tersebut hingga terlihat di kawasan industri sekitarnya.
Pihak berwenang memastikan api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi.
BYD menyatakan bahwa bangunan yang terdampak merupakan garasi parkir tiga dimensi yang digunakan untuk menyimpan kendaraan uji serta unit yang telah memasuki akhir masa pakai. Artinya, fasilitas tersebut difungsikan khusus untuk kendaraan eksperimental dan unit yang tidak lagi digunakan, bukan untuk kendaraan yang sedang dalam proses produksi maupun distribusi.
Perusahaan juga menegaskan bahwa lokasi kebakaran terpisah dari lini produksi utama, sehingga tidak ada indikasi kerusakan pada fasilitas manufaktur inti.
Baca Juga
- 10 Merek Mobil Terlaris Kuartal I/2026: BYD Tempel Honda
- BYD-CATL Berlomba Hadirkan Pengisian Cepat EV, Isi 70% Kapasitas Hanya 5 Menit
- BYD ATTO 3 Advanced Plus Resmi Meluncur di IIMS 2026
"Sejauh ini, belum terdapat laporan mengenai gangguan operasional di kompleks Shenzen yang merupakan salah satu basis produksi utama BYD," tulis laporan tersebut.
Adapun, insiden ini terjadi di tengah ekspansi BYD dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk pemasangan 5.000 stasiun pengisian cepat (fast charging) di 297 kota di China.
BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun pengisian cepat hingga akhir 2026, serta memperluas jaringan global dengan rencana pembangunan 6.000 stasiun di luar negeri, termasuk di Eropa.
Hingga kabar terkini, api telah sepenuhnya dipadamkan tanpa korban jiwa, sementara penyebab kebakaran dan dampak operasionalnya masih menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas terkait.
Menilik kinerja penjualan BYD, sepanjang kuartal I/2026 tercatat sebanyak 700.463 unit, yang menunjukkan laju awal tahun yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, BYD tetap memimpin pasar kendaraan listrik di China pada Maret dengan pangsa pasar ritel mencapai 22,8%.





