HARIAN FAJAR, BARCELONA – Aroma comeback dramatis mulai tercium di markas raksasa Catalan. Superkomputer Opta memprediksi Barcelona menang atas Atletico Madrid dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2026. Menghadapi situasi terjepit, pelatih Hansi Flick dilaporkan mulai “bermain api”. Melakukan eksperimen radikal pada skema pertahanan dan lini tengah timnya.
Berdasarkan simulasi 10.000 kali yang dilakukan oleh superkomputer Opta, Barcelona memiliki peluang sebesar 50,4% untuk memenangkan pertandingan leg kedua ini. Namun, memenangkan laga saja tidaklah cukup. Kekalahan di leg pertama membuat Blaugrana masih tertinggal agregat dua gol.
Peluang mereka untuk benar-benar lolos ke semifinal dipatok di angka 20,4%—sebuah misi sulit yang menuntut kemenangan dengan margin minimal tiga gol.
Kounde Bergeser, Araujo Menepi
Absennya bek muda Pau Cubarsi akibat skorsing memaksa Hansi Flick memutar otak lebih keras. Mengutip laporan Mundo Deportivo, Flick mencoba pendekatan yang tidak biasa dalam sesi latihan terakhir di Stadion Metropolitano.
Jules Kounde digeser ke posisi bek tengah untuk berduet dengan Gerard Martin. Sementara itu, Ronald Araujo justru ditempatkan di sisi kanan pertahanan—sebuah langkah strategis yang diduga kuat untuk meredam ledakan sayap Atletico. Di sisi kiri, Joao Cancelo tetap menjadi andalan untuk membantu serangan.
Keseimbangan di Sektor Tengah dan Depan
Tak hanya di belakang, perubahan mencolok terlihat di sektor tengah. Flick menguji skema dua gelandang bertahan (double pivot) dengan menduetkan Eric Garcia dan Pedri. Kombinasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas defensif tanpa kehilangan kontrol permainan saat mengejar defisit gol.
Untuk urusan mencetak gol, Barcelona dipastikan akan tampil ofensif sejak menit pertama. Trio maut Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Marcus Rashford disiapkan untuk menyokong Robert Lewandowski sebagai ujung tombak utama.
Taktik Serius?
Banyak pihak bertanya-tanya, apakah susunan pemain yang “tak lazim” ini merupakan starting XI sesungguhnya atau sekadar permainan psikologis Flick untuk membingungkan Diego Simeone. Mengingat latihan digelar di lokasi yang mudah terpantau, ada kemungkinan Flick sengaja memberikan “umpan” taktik kepada lawan.
Dalam konferensi pers jelang laga, Hansi Flick menegaskan bahwa keberanian adalah kunci utama untuk membalikkan keadaan.
“Saya tahu kami akan menghadapi Atletico, tim dengan pemain yang sangat bagus, dan kami harus bertahan dengan sangat kuat tetapi juga berani dalam menyerang, untuk menyerang, menekan, dan memanfaatkan setiap peluang,” tegas Flick di hadapan media.
Ia juga menambahkan bahwa efisiensi di depan gawang menjadi pembeda besar antara kedua tim pada laga sebelumnya. “Jika melihat pertandingan terakhir, mungkin itulah perbedaan besar antara mereka dan kami. Mungkin besok akan benar-benar berbeda, dan itu akan membuat saya senang,” ujarnya dengan nada optimis.
Dengan pertaruhan trofi Liga Champions dan gengsi besar, setiap detail taktik Flick di lapangan hijau akan menentukan apakah Barcelona akan mencatatkan sejarah comeback legendaris atau justru harus tersingkir lebih awal dari panggung Eropa. (*)





