Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tidak hanya menyimpan naskah kuno, tetapi juga memanfaatkannya secara maksimal untuk meningkatkan literasi nasional.
"Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu ikut mendorong minat baca masyarakat. Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Data internal Perpusnas per 2026 mencatat, total koleksi naskah nasional mencapai 143.259 eksemplar, baik di dalam maupun luar negeri. Namun yang tersimpan di Perpusnas baru 13.318 naskah. Dari jumlah itu, yang sudah didigitalisasi hanya 7.987.
Dikarenakan efisiensi anggaran, target penyelamatan naskah turun drastis dari 10.300 menjadi hanya 2.165 naskah.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, naskah kuno adalah bukti tradisi intelektual bangsa. Jika tidak diutamakan sebagai bahan belajar, maka upaya pelestarian kehilangan makna.
Rerie menilai naskah Nusantara mengandung kearifan lokal yang relevan untuk pembangunan masa depan sehingga upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup.
Ia menegaskan peran Perpusnas mendorong peningkatan literasi masyarakat juga harus konsisten dilakukan.
Lestari berpendapat bahwa mengupayakan kemudahan masyarakat mengakses naskah-naskah Nusantara merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat.
"Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Jangan sampai upaya penyelamatan naskah kuno ini hanya jadi langkah administrasi semata," tutur Rerie.
Baca juga: Penyelamatan naskah Nusantara Indonesia tingkatkan kecakapan literasi
Baca juga: HUT Ke-46 Perpusnas usung semangat literasi untuk bangsa bermartabat
Baca juga: Perpusnas terus tingkatkan layanan literasi di tengah efisiensi
"Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu ikut mendorong minat baca masyarakat. Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Data internal Perpusnas per 2026 mencatat, total koleksi naskah nasional mencapai 143.259 eksemplar, baik di dalam maupun luar negeri. Namun yang tersimpan di Perpusnas baru 13.318 naskah. Dari jumlah itu, yang sudah didigitalisasi hanya 7.987.
Dikarenakan efisiensi anggaran, target penyelamatan naskah turun drastis dari 10.300 menjadi hanya 2.165 naskah.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, naskah kuno adalah bukti tradisi intelektual bangsa. Jika tidak diutamakan sebagai bahan belajar, maka upaya pelestarian kehilangan makna.
Rerie menilai naskah Nusantara mengandung kearifan lokal yang relevan untuk pembangunan masa depan sehingga upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup.
Ia menegaskan peran Perpusnas mendorong peningkatan literasi masyarakat juga harus konsisten dilakukan.
Lestari berpendapat bahwa mengupayakan kemudahan masyarakat mengakses naskah-naskah Nusantara merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat.
"Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Jangan sampai upaya penyelamatan naskah kuno ini hanya jadi langkah administrasi semata," tutur Rerie.
Baca juga: Penyelamatan naskah Nusantara Indonesia tingkatkan kecakapan literasi
Baca juga: HUT Ke-46 Perpusnas usung semangat literasi untuk bangsa bermartabat
Baca juga: Perpusnas terus tingkatkan layanan literasi di tengah efisiensi





