Produk komersial terbaru Malibu Walk di kawasan Movieland Jababeka mencatat respons pasar positif pada fase penjualan awal, didorong oleh ekosistem kawasan yang telah matang dan aktivitas ekonomi yang sudah terbentuk.
Proyek yang dikembangkan oleh Jababeka Residence ini berlokasi di pusat kawasan Jababeka, dengan dukungan fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran, hingga perhotelan yang menciptakan lalu lintas pengunjung yang konsisten setiap hari.
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menyatakan tingginya minat pasar menunjukkan bahwa produk komersial dalam ekosistem terintegrasi memiliki daya serap yang kuat.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme luar biasa dari masyarakat. Keberhasilan penjualan Malibu Walk fase perdana menunjukkan bahwa produk komersial di dalam ekosistem matang seperti Movieland Jababeka memiliki daya serap pasar yang sangat tinggi,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kawasan Movieland Jababeka sendiri telah berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis dan gaya hidup, didukung oleh keberadaan institusi pendidikan seperti President University dan jaringan sekolah lainnya, kawasan hunian premium, asrama mahasiswa, hotel, serta konsep mini transit oriented development (TOD) di Hollywood Junction.
Keberadaan ribuan mahasiswa, pekerja profesional, dan komunitas ekspatriat membentuk captive market yang stabil. Faktor ini dinilai menjadi pendorong utama minat investor dan pelaku usaha terhadap Malibu Walk.
Salah satu konsumen, Alvi Faidaturrosyida, menyebut kawasan tersebut telah memiliki potensi pasar yang teruji.
“Saya melihat Malibu Walk bukan hanya sebagai tempat usaha, tetapi peluang bisnis yang sudah memiliki pasar jelas. Sebelumnya saya juga pernah berbisnis di kawasan Movieland Jababeka dan merasa cukup puas dengan perputaran bisnis di sana. Dengan lingkungan yang sudah hidup dan ramai, kami sebagai pembeli merasa lebih yakin karena potensi traffic-nya sudah terbukti,” ujarnya.
Dari sisi produk, Malibu Walk mengusung konsep “Where Business Meets Lifestyle” dengan desain bergaya Parisian yang menggabungkan fungsi komersial dan gaya hidup. Kawasan ini dilengkapi area pedestrian luas, pengaturan parkir terpisah, serta visibilitas tinggi karena berada di boulevard utama.
Selain itu, konsep “Buy 1 Get 2” memberikan fleksibilitas bagi pemilik untuk mengoperasikan dua usaha dalam satu unit, sehingga meningkatkan potensi utilisasi ruang dan peluang pendapatan.
Secara harga, unit ruko ditawarkan mulai dari Rp1,7 miliar dengan dua tipe utama. Kombinasi lokasi strategis, desain modern, serta captive market dinilai memberikan nilai investasi yang kompetitif.
Dari sisi konektivitas, kawasan ini terhubung dengan berbagai moda transportasi, termasuk layanan DAMRI Bandara Soekarno-Hatta, Primajasa, AO Shuttle, serta Transjabodetabek. Akses juga diperkuat oleh jaringan tol serta rencana pengembangan MRT fase III dan LRT Jakarta–Cikarang yang diproyeksikan meningkatkan mobilitas kawasan.
Pengembangan infrastruktur tersebut dinilai akan memperkuat pertumbuhan kawasan sekaligus meningkatkan nilai properti secara berkelanjutan.
Baca Juga: Efisiensi hingga Daur Ulang, Jababeka Sabet PROPER Hijau
Baca Juga: Optimis Pasar Properti Mulai Pulih, Ray White Indonesia Perluas Jaringan dan Apresiasi Agen Terbaik
Baca Juga: Siloam (SILO) Rancang Akuisisi 14 Properti Rumah Sakit Senilai Rp9 Triliun
Ivonne menambahkan, keberhasilan fase awal penjualan menjadi indikasi bahwa pasar merespons positif produk komersial yang terintegrasi dengan ekosistem kawasan.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk-produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap Malibu Walk. Ke depan, Jababeka akan terus memperkuat ekosistem kawasan agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi investor, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujarnya.





