FAJAR, MAKASSAR-Kontestasi pemilihan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 resmi memasuki babak baru. Empat kandidat telah ditetapkan, termasuk petahana, Prof. Dr. Phil Sukri, S.IP., M.Si., yang kini harus menghadapi tiga penantang kuat.
Ketiga nama yang berpotensi menjadi pesaing utama petahana adalah Prof. Dr. Hasniati, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si.. Diketahui, Prof Muhammad merupakan mantan eks Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak akademik dan pengalaman struktural yang cukup untuk menantang dominasi petahana.
Penetapan empat kandidat tersebut dilakukan dalam kegiatan resmi di Ruang Senat FISIP Unhas, Selasa (14/04). Ketua Panitia Pemilihan Calon Dekan (P2CD), Dr. M. Iqbal Latif, M.Si., menyampaikan, seluruh kandidat dinyatakan memenuhi ketentuan administratif yang telah ditetapkan oleh universitas.
“Seluruh bakal calon telah lolos verifikasi administrasi yang mencakup sekitar 18 persyaratan dari pihak universitas,” ujarnya.
Dalam proses pengundian nomor urut, hasil yang diperoleh menempatkan Prof. Hasniati di nomor urut 1, Prof. Muhammad di nomor urut 2, Prof. Tuti Bahfiarti di nomor urut 3, dan Prof. Phil Sukri sebagai petahana berada di nomor urut 4.
Ketua Senat FISIP Unhas, Prof. Dr. Hamka, M.A., menegaskan bahwa proses pemilihan ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan fakultas ke depan.
“Ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari proses demokrasi kampus yang harus dijaga integritasnya,” ungkapnya.
Dengan posisi sebagai petahana, Prof. Phil Sukri memiliki modal pengalaman kepemimpinan sebelumnya. Namun, kehadiran tiga kandidat lain membuka ruang kompetisi yang dinamis. Masing-masing penantang membawa potensi gagasan baru yang bisa menjadi alternatif arah kebijakan FISIP ke depan.
Tahapan selanjutnya akan menjadi penentu, apakah petahana mampu mempertahankan posisinya, atau justru salah satu penantang berhasil merebut kepemimpinan fakultas dalam periode mendatang. (*)
Athaya Najibah, Magang Fajar Unhas





