Baca juga: Bahlil Janji 'Gaspol' Ekosistem Kendaraan Listrik
Pertemuan yang berlangsung di Rusia membahas peluang kerja sama strategis di sektor energi, termasuk pasokan minyak, gas, hingga pengembangan infrastruktur penyimpanan energi.
Bahlil menyebut hasil pembicaraan menunjukkan perkembangan positif. Indonesia berpeluang menambah cadangan minyak mentah sekaligus memperoleh pasokan LPG guna memperkuat kebutuhan domestik.
“Kesepakatannya cukup baik. Kita berpeluang menambah cadangan crude dan juga mendapatkan LPG,” ujar Bahlil dalam keterangannya.
Dari pihak Rusia, komitmen dukungan terhadap ketahanan energi Indonesia juga ditegaskan. Negara tersebut siap memasok minyak dan gas, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang storage energi.
Sejumlah perusahaan energi Rusia turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Rosneft, Lukoil, Zarubezhneft, dan Ruschem. Bahlil menegaskan kerja sama ini akan dijalankan melalui berbagai skema, baik antarpemerintah (G2G) maupun antarbisnis (B2B). Skema tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan energi nasional dalam jangka panjang.
Tak hanya berhenti pada impor energi, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas. Mulai dari pengembangan fasilitas penyimpanan minyak, kontrak pasokan jangka panjang, hingga penjajakan energi nuklir dan sektor mineral.
Menurut Bahlil, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Di tengah volatilitas harga energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik, pemerintah dinilai perlu lebih agresif mencari mitra strategis. Rusia menjadi salah satu opsi karena kapasitas produksi energinya yang besar serta pengalaman panjang di industri migas.
Sementara itu, Tsivilev menyatakan Rusia siap memperluas kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam pengembangan pembangkit listrik, seperti tenaga nuklir.
“Sebagai mitra strategis, kami terbuka untuk kolaborasi di sektor minyak, gas, penyimpanan energi, hingga kelistrikan,” ujarnya.
Pemerintah menilai langkah diplomasi energi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan ketersediaan energi di dalam negeri. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk tetap adaptif di tengah dinamika global yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





