Asap Tebal Membumbung di Pabrik BYD Shenzhen, Ini Faktanya

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Shenzhen, VIVA-  Kebakaran terjadi di salah satu fasilitas milik produsen mobil listrik asal China, BYD, pada Selasa 14 April dini hari. Insiden tersebut berlangsung di kawasan Pingshan, Shenzhen, yang dikenal sebagai salah satu basis produksi penting perusahaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.48 waktu setempat. Otoritas pemadam kebakaran langsung merespons cepat dengan mengerahkan tim dari tingkat distrik hingga kota untuk mengendalikan situasi.

Baca Juga :
Pabrik Pil ‘Jin’ di Semarang Digerebek! 1,8 Ton Bahan Baku Disita
10 Merek Mobil Terlaris Maret 2026: BYD Salip Honda

Dilansir VIVA dari Carnewschina, Selasa 14 April 2026, sejumlah rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area fasilitas. Kepulan asap terlihat cukup besar hingga melampaui area industri di sekitarnya, memicu perhatian publik.

Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

BYD pun segera memberikan klarifikasi terkait lokasi kejadian. Perusahaan menegaskan bahwa titik kebakaran bukan berada di lini produksi utama, melainkan di area parkir bertingkat yang digunakan untuk menyimpan kendaraan uji dan unit yang sudah tidak digunakan.

Fasilitas tersebut merupakan “garasi parkir tiga dimensi” yang difungsikan untuk kendaraan internal, termasuk unit pengujian, validasi, hingga kendaraan yang akan diproses sebagai limbah atau akhir masa pakai. Artinya, kendaraan yang terdampak bukan produk yang siap dikirim ke konsumen.

Penjelasan ini sekaligus menepis kekhawatiran terkait potensi gangguan produksi. Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi yang menyebutkan adanya kerusakan pada fasilitas manufaktur utama maupun jalur perakitan kendaraan di kompleks Pingshan.

Sebagai salah satu pusat produksi utama, fasilitas Pingshan memiliki peran strategis dalam menopang volume produksi BYD. Namun, berdasarkan informasi terbaru, operasional di lokasi tersebut disebut tetap berjalan normal pasca kejadian.

Insiden ini terjadi di tengah langkah ekspansi agresif BYD, baik di pasar domestik maupun global. Perusahaan terus memperkuat ekosistem kendaraan listriknya, termasuk pembangunan infrastruktur pengisian daya cepat.

Baru-baru ini, BYD mengumumkan telah mengoperasikan sekitar 5.000 stasiun pengisian cepat di hampir 300 kota di China. Teknologi yang digunakan memungkinkan pengisian baterai secara cepat, bahkan diklaim mampu mengisi dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit pada kondisi tertentu.

Baca Juga :
Pembangunan Pabrik Mazda di Indonesia Terus Berlanjut, Target Rampung Tahun Ini
Jetour Putar Otak, Cari Cara Gaet Konsumen SUV
Rp100 Juta Sudah Bisa Dapat Mobil Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Dapatkan Megawati Hangestri untuk Musim Depan, Tim yang Coret Eks Kapten Red Sparks Ini Siap Mendatangkan...
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Tamara Bleszynski Hanya Jadi Tamu di Pernikahan Teuku Rassya, Krisdayanti Gercep Semangati Sahabat: Aku Tahu Hati Seorang Ibu
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Tersangka Korupsi Rp 100 Miliar Meninggal Dunia, Ini Langkah KPK
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
PP Tunas batasi medsos anak bawah 16 tahun, dokter ungkap alasan medis
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Syifa Hadju Sempat Tak Mau Menikah Usai Putus dari Rizky Nazar, Hatinya Berubah Usai Lihat Sifat Asli El Rumi
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.