Melalui akuisisi ini, perseroan akan mengeliminasi kewajiban pembayaran biaya sewa (rental fees) yang selama ini bersifat berulang.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti rencana PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam mengakuisisi aset ritel Lippo Plaza Baubau senilai Rp157,4 miliar dari PT Buton Bangun Cipta (BBC).
Manajemen LPKR menjelaskan, transaksi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkuat portofolio aset ritel.
Melalui akuisisi ini, perseroan akan mengeliminasi kewajiban pembayaran biaya sewa (rental fees) yang selama ini bersifat berulang.
“Pembelian ini juga bertujuan untuk mengonsolidasikan aset ritel berkualitas yang telah beroperasi dalam ekosistem Lippo ke dalam portofolio Perseroan secara langsung,” tulis manajemen dalam surat kepada Bursa, Selasa (14/4/2026).
Aset yang diakuisisi berdiri di atas lahan dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) yang saat ini dimiliki oleh BBC. Perseroan menegaskan, tidak terdapat hubungan afiliasi dengan pihak penjual.
Adapun pemegang saham BBC adalah SHButon Investment I Pte Ltd dan SHButon Investment II Pte Ltd, yang merupakan anak usaha dari First REIT.
LPKR juga memastikan, aset tersebut tidak sedang dalam sengketa hukum dan akan dialihkan dalam kondisi bebas dari hak tanggungan, jaminan, maupun beban lainnya.
Saat ini, melalui entitas anaknya, LPKR masih menyewa aset tersebut dari BBC. Dengan pengambilalihan ini, perseroan tidak hanya mengurangi beban biaya sewa, tetapi juga memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan dan mengoptimalkan aset ke depan.
Kontribusi aset terhadap pendapatan perseroan akan bergantung pada kinerja operasional dan kondisi pasar, yang akan dioptimalkan secara bertahap.
Dari sisi pendanaan, transaksi ini akan dibiayai menggunakan kas internal perseroan dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas, arus kas operasional, serta kebutuhan pembiayaan untuk ekspansi bisnis.
Adapun pencantuman denominasi dalam dolar Singapura (SGD) dimaksudkan untuk memberikan kepastian nilai bagi pihak penjual yang berbasis di Singapura. Meski demikian, penyelesaian pembayaran tetap akan dilakukan dalam mata uang rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.
(DESI ANGRIANI)





