KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah tudingan rencana dirinya mengambil alih Partai NasDem.
Jokowi menyatakan kabar itu tidak benar dan isu tersebut dianggap sebagai tuduhan kepada dirinya. Kabar pencaplokan Partai NasDem tak hanya mengarah ke Jokowi, melainkan juga ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi membantah isu tersebut dan menilai bahwa bukan kelasnya untuk bisa membeli gedung sebesar NasDem Tower. Ia pun menyebut tidak pernah berpikir untuk mengambil alih partai yang dipimpin Surya Paloh itu.
Menanggapi isu merger dengan Partai Gerindra, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan wacana tersebut adalah hal yang biasa dalam dinamika politik.
Menurutnya, dalam terminologi politik, penggabungan partai lebih tepat disebut sebagai fusi, bukan merger atau akuisisi. Ia pun menilai realisasi fusi bukan perkara mudah karena harus mempertimbangkan banyak aspek dalam partai politik.
Sebelumnya, Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, melontarkan candaan Partai NasDem dan Gerindra akan bergabung. Momen tersebut terjadi saat rapat dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Willy yang juga anggota Fraksi NasDem itu berkelakar soal kemungkinan NasDem dan Gerindra merger.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Pentagon, Hubungan RI–AS Naik Level
#nasdem #jokowi #politik #gerindra
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- jokowi
- surya paloh
- nasdem
- politik
- gerindra





