Skandal Chat Pelecehan Seksual FH UI, Pelaku Disebut Kehilangan Empati dan Kontrol Diri

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar psikologi dari Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim, menanggapi dugaan pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Ul. Menurutnya, akar persoalan dari perilaku tersebut terletak pada lemahnya stimulasi moral.

Dia mengatakan moral berfungsi sebagai dasar bagi manusia untuk membedakan mana yang baik dan buruk, sekaligus menentukan sikap dan pola pikir. Individu yang memiliki moral tidak akan melontarkan pernyataan seksis bahkan di ruang privat seperti grup chat.

Baca Juga
  • Pelecehan Seksual di FH UI, Kampus Dinilai Gagal Jadi Ruang Aman
  • Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI
  • Kasus Pelecehan Seksual di UI Viral, Pihak Kampus Lakukan Investigasi yang Berperspektif Korban

"Ketika moral tidak terstimulasi dengan baik, individu tidak memahami dampak dari perilakunya, termasuk saat melecehkan orang lain. Mereka juga tidak akan terlibat dalam praktik locker room chat seperti itu," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Selasa (14/4/2026).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

.rec-desc {padding: 7px !important;}

 

Prof Rose mengungkap tiga aspek moral yang tidak berkembang dalam diri pelaku pelecehan seksual. Pertama adalah empati yakni kemampuan memahami perasaan, pikiran, dan keinginan orang lain. Tanpa empati, seseorang tidak menyadari bahwa pembicaraan mengenai tubuh atau seksis dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan dampak besar.

"Kalau mereka punya empati, mereka akan berpikir, apakah korban akan nyaman diperlakukan seperti ini atau malah terganggu?" kata Prof Rose.

Aspek kedua adalah kontrol diri. Menurutnya, individu yang tidak mampu mengendalikan dorongan dalam dirinya cenderung mudah terbawa arus percakapan, termasuk dalam lingkungan tongkrongan atau grup chat.

Ketiga adalah tidak terstimulasi dengan baiknya nurani, yang di dalamnya mencakup nilai-nilai seperti kebaikan, keadilan, rasa hormat, dan toleransi. Ketiadaan nilai-nilai ini membuat individu tidak mempertimbangkan dampak negatif dari ucapannya.

"Ketika seseorang tidak memiliki tiga aspek utama moral, maka dia akan berani untuk melecehkan orang lain, melecehkan perempuan," kata Prof Rose.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Kawan Jadi Lawan, Trump Bikin Publik Italia Marah Gegara Kecam Paus Leo
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dari 2024, Siapa Sangka Grup Kos 16 Mahasiswa FH UI Berujung Kasus Chat Kekerasan Seksual
• 23 jam laludisway.id
thumb
Update Harga Pangan 15 April 2026: Minyak Goreng Naik, Cabai Rawit Turun Tajam
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Semakin Akrab dengan Robot Humanoid
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Ekowisata Rivera Park Terancam, Polisi Bakar Peralatan Tambang Ilegal di Tebo
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.