JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Jaya angkat bicara terkait keluhan warga RT 05 RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, mengenai air PAM di rumah mereka berwarna hitam, keruh, dan berbau layaknya air got.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menjelaskan bahwa buruknya kualitas air tersebut dipicu oleh berkurangnya suplai air baku dari pihak penyuplai, yakni PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) di Tangerang.
"Jadi kan asal airnya itu dari TKR (Tirta Kerta Raharja) ya sumber airnya itu, PDAM di Tangerang. Kita beli air curah dari situ untuk ditaruh si reservoir kami. Nah mereka sempat ada gangguan suplai dari TKR karena ada gangguan sampah dari sumber air baku mereka di Bogor," kata Gatra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Air PAM Keruh dan Bau, Warga di Cengkareng Kembali Gunakan Air Tanah
Gatra membantah masalah air yang kotor tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menyebut masalah itu hanya terjadi selama beberapa waktu terakhir imbas kekurangan air baku.
Menipisnya pasokan air baku ini berdampak langsung pada volume air di dalam Distribution Service Reservoir (DSR) 4 milik PAM Jaya yang berlokasi di wilayah Permata Hijau.
Akibat volume air yang menurun drastis, endapan lumpur di dasar reservoir ikut tersedot ke dalam jaringan pipa distribusi warga.
"Sederhananya kalau kita di toren, toren kita lupa bersihin, ketika airnya berkurang ke bawah maka sisa endapan pasti naik dong ke jaringan. Nah, itu sih kurang lebihnya (penyebab air hitam dan bau)," ucap Gatra.
Lakukan FlushingUntuk mengatasi masalah air kotor tersebut, PAM Jaya telah melakukan flushing atau pengurasan jaringan pipa di wilayah Rawa Buaya untuk membuang endapan lumpur di dalam pipa.
"Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah di-flushing. Dibuang sebenarnya airnya di pipa jaringan, dikuras karena tadi buat ngebuang endapan-endapan itu," jelasnya.
Gatra menyebut, pihaknya juga telah mengambil sampel di beberapa rumah pelanggan di RT 05 RW 02 dan memastikan air sudah kembali jernih.
Namun, ia menyarankan agar warga membiarkan keran terbuka sejenak jika masih ada sisa kotoran yang keluar.
Baca juga: Kasus FH UI, Apa yang Harus Dilakukan Kampus Saat Kekerasan Seksual Terjadi?
"Masih mungkin sisa-sisanya itu ke pelanggan masih ada endapannya. Jadi mungkin kalau kayak gitu dia harus buka dulu sementara buat ngebuang sisa endapan yang ada di jaringannya dia. Habis itu harusnya sudah enggak ada isu lagi untuk bau sama warna keruh," tuturnya.
Alasan Air Hanya Mengalir Tengah MalamTerkait keluhan warga bahwa air PAM sering mati total pada siang hari dan baru mengalir deras pada dini hari, Gatra membenarkan adanya fenomena tersebut.
Menurut dia, hal ini terjadi karena kawasan Rawa Buaya dan sekitarnya berada di titik paling ujung dari jaringan distribusi pipa PAM Jaya di wilayah barat.
Saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, air disebut sudah habis digunakan oleh pelanggan yang rumahnya berada di area dekat penampungan air.




