Jelang SNBT 2026, Ini Kunci Tembus UTBK di Unair

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 tinggal menghitung hari. Persiapan berbulan-bulan bakal diuji dalam sehari. 
 
Kunci menembus perguruan tinggi negeri (PTN) impian tak cuma belajar sebanyak-banyaknya tetapi menyeimbangkan belajar dan istirahat. Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2025, Khesya Kalpika Akuina dan Tisya Desti Winanda, membagikan tips menembus Unair. 
 
Sebelum mengikuti UTBK, persiapan mereka tidaklah mulus. Tisya baru menekuni belajar sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan setelah gagal dalam jalur SNBP. 

Dia belajar otodidak tanpa mengikuti bimbingan formal, hanya melalui YouTube, buku latihan soal, dan platform tryout. Berbeda dengan Tisya, khesya telah mengikuti bimbingan belajar sejak kelas 12 awal tetapi baru fokus ketika gagal SNBP. 
 
Keduanya mengaku belajar dengan tergesa-gesa dan merasakan burnout. Untuk mengatasi burnout, Tisya memberikan jarak satu hari untuk beristirahat penuh serta melakukan variasi metode belajar. 
 
Ia memfokuskan belajar pada subtes sesuai program studi tujuan Ilmu Informasi dan Perpustakaan yaitu Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris. Di sisi lain, khesya menginginkan program studi rumpun sains dan teknologi sehingga memfokuskan subtes Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika hingga diterima di Akuakultur Unair.
 
Tisya berpesan kepada pejuang PTN untuk tetap mengingat batasan diri serta selalu percaya diri meski terdapat subtes yang sulit. Sementara itu, khesya berpesan untuk tetap konsisten dan menjaga kesehatan fisik. 
 

Baca Juga :


25 Jurusan Kuliah di Unair dengan Kuota Terbanyak Jalur SNBT 2026, Yuk Intip!

“Belajar secukupnya, jangan over. Jaga kesehatan, karena kalau sakit di hari ujian semua usaha bisa sia-sia. Dan apa pun hasilnya, percayalah itu bukan akhir dari segalanya,” pesan keduanya dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 14 April 2026. 
 
Selain mempersiapkan diri, Tisya dan dan Khesya merasa terbantu saat mengikuti UTBK di Unair. Keduanya mendapat jadwal pagi dan belum sarapan. 
 
Namun, panitia memberikan jajanan ringan dan minuman teh. Sehingga, membantu sebagai pengganjal rasa lapar. 
 
“Sebelum UTBK kita dikasih snack kecil sama minuman teh refill. Itu lumayan membantu banget,” ungkap Tisya. 
 
Hal serupa diungkapkan khesya. Dia mengaku mendapatkan pengarahan panitia dengan jelas. 
 
“Waktu datang, langsung disambut dan diarahkan ke ruang tunggu. Semuanya terkoordinasi dengan baik,” jelas khesya.
 
Suasana ruangan turut mendukung suasana ujian. khesya mengikuti UTBK di Gedung Pringgodigdo, Fakultas Hukum, Kampus Dharmawangsa-B sedangkan Tisya mengikuti di Gedung Kuliah Bersama, Kampus MERR-C. 
 
Meskipun berada di gedung berbeda, mereka tetap merasakan suasana UTBK yang sama dan panitia sangat membantu serta sarana yang memadai. "Sinyal tidak error dari awal sampai akhir, jadi pengerjaannya bisa lancar dan tetap fokus. Panitianya helpful banget ke peserta. Nyamanlah intinya UTBK di Unair,” ujar keduanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Besar Landa Gudang Sparepart di Bogor
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FAO Sebut Blokade Selat Hormuz Bisa Timbulkan Bencana Pangan Global
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Di Hari Jadi ke-66, Gubernur Canangkan Kota Parepare sebagai Pusat Pertumbuhan Baru Sulsel
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Wamentan Beberkan Strategi Benahi Produksi Gula Nasional
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bea Cukai Dukung Kelancaran Proyek Strategis Nasional & Pertumbuhan Ekonomi
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.