Cuaca Ekstrem Landa Bogor, Pohon Tumbang Rusak Rumah hingga Timpa Mobil

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Pohon tumbang menimpa satu unit mobil, dan rumah warga hingga melukai satu orang.

"Terjadi angin kencang di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri saat hujan berlangsung. Akibatnya, satu unit rumah terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani, Selasa (14/4/2026).

"Korban luka satu orang atas nama Suryaningsih (52). Kondisi korban mengalami luka ringan pada bagian kepala. Saat ini korban ditangani bidan Desa Wanaherang," imbuhnya.

Adam menyebut, kerusakan rumah tergolong berat dan membahayakan jika dihuni sebelum diperbaiki. Untuk sementara, penghuni diungsikan ke rumah kerabatnya.

Baca juga: Papan Reklame Dekat Gerbang Tol Halim Roboh Imbas Hujan Angin Kemarin

"Untuk saat ini rumah sementara tidak bisa ditempati karena kondisi rumah yang rentan roboh di bagian atap. Rumah dihuni empat jiwa, sementara mengungsi di rumah saudara di alamat yang sama," kata Adam.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Letda Nasir, Cibubur Country, Gunung Putri. Pohon tumbang menimpa mobil yang sedang parkir di lokasi.

"Disebabkan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit kendaraan roda empat atau mobil yang terparkir di lokasi," kata Adam.

Cuaca ekstrem juga mengakibatkan atap kelas SDIT Annahl tersapu angin kencang di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri. Kejadian ini mengakibatkan atap rusak dan ruang kelas tidak bisa digunakan untuk belajar mengajar.

Baca juga: Terungkap, Total 14 SK Anggota Satpol PP Bogor yang Digadai Atasan

"Terjadi angin kencang di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, saat hujan berlangsung. Akibat kejadian tersebut, satu unit kelas di Sekolah Annahl, Yayasan Bina Qur'ani, terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap. Tidak ada korban luka maupun jiwa," kata Adam.

"Kejadian angin kencang dipicu oleh cuaca ekstrem, berupa hujan disertai angin kencang yang cukup lama. Untuk saat ini, satu ruangan kelas tidak bisa ditempati. Kerusakan pada bagian atap ruang kelas 1 terbawa angin kencang," imbuhnya.




(sol/aik)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disebut Lemah, Paus Leo Tegaskan Dirinya Tak Takut Pada Pemerintahan Trump
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jokowi Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Sebut Tak Pernah Terpikir | SAPA MALAM
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 14 April 2026: UBS dan Galeri24 Sama-Sama Turun
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Menagih Nafkah Anak usai Bercerai
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Korban Minta Diusut Tuntas
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.