BPDLH Salurkan Rp20,34 Miliar untuk Empat Proyek Rendah Karbon di Indonesia

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyalurkan dana sebesar Rp20.339.202.993 atau Rp20,34 miliar kepada empat proyek pengembangan rendah karbon melalui program Low Carbon Development Initiative – Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada 14 April 2026.

Penyaluran dana tersebut setara dengan 934.585,76 Pound Sterling Britania Raya berdasarkan nilai tukar terendah Oanda dalam periode 5 September 2025 hingga 4 Maret 2026 selama 180 hari.

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menyampaikan bahwa keempat proyek tersebut ditargetkan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Keempat proyek ini ditargetkan berkontribusi pada peningkatan ekonomi, penurunan emisi, dan perbaikan kualitas lingkungan," ungkapnya.

Rincian Penerima dan Proyek

Empat penerima manfaat proyek terdiri dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, PT Venambak Kail Dipantara, PT Sinar Hijau Ventures, dan PT Jejak Enviro Teknologi.

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menerima dana Rp5.003.199.360 atau lebih dari Rp5 miliar setara 229.893,18 GBP untuk pengelolaan sampah terintegrasi dengan teknologi maggot dan ayam alope Unhas 1 guna mendukung ekonomi sirkular di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

PT Venambak Kail Dipantara memperoleh dana Rp4.999.870.500 atau sekitar Rp5 miliar setara 229.743,90 GBP untuk budidaya udang tradisional berbasis cerdas iklim dengan energi surya terintegrasi nursery pond di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

PT Sinar Hijau Ventures mendapatkan dana Rp5.002.063.133 atau lebih dari Rp5 miliar setara 229.844,65 GBP untuk program SIRKULA berupa sistem inovasi teknologi rempah berkelanjutan guna meningkatkan layanan dan akses pasar di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

PT Jejak Enviro Teknologi menerima dana Rp5.334.150.000 atau lebih dari Rp5,33 miliar setara 245.104,03 GBP untuk implementasi Advanced AWD melalui sistem vertical rotary nursery dan greenhouse terintegrasi untuk dekarbonisasi pertanian padi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mekanisme Penyaluran dan Seleksi

Penyaluran pendanaan LCDI-ITF dilakukan dalam tiga termin pembayaran sesuai dengan tahapan pelaksanaan proyek.

Pembayaran termin kedua dan ketiga akan dilakukan setelah evaluasi terhadap Key Performance Indicators pada termin sebelumnya.

Keempat proyek tersebut dipilih melalui Call for Proposal Tahap 1 LCDI-ITF yang berlangsung dari 2 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Pesta Gol, Warga Malaysia Malah Murka Lihat Harimau Malaya Dicukur Vietnam di Piala AFF U-17 2026: Sindir Pemain Muda Negeri Jira
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Firasat Istri Sebelum Yai Mim Meninggal Dunia, Almarhum Sempat Ucap Hal Ini Seolah Tahu Akan Wafat Duluan
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Polres Sumenep Selidiki Temuan 27,83 Kg Diduga Kokain di Pantai Giligenting
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BDT 2026 digelar untuk tingkatkan kemampuan memanfaatkan AI
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Sherly Tjoanda Singgung Dampak Nyata Pemotongan Anggaran, Buntut Masih Banyak Warga Malut yang Susah
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.