Jakarta, VIVA – Saham perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbanyak di dunia, Strategy (MSTR), mendadak jadi sorotan pasar setelah mencetak lonjakan volume transaksi harian hingga US$1,1 miliar atau sekitar Rp 18,84 triliun (estimasi kurs Rp 17.130 per dolar AS) pada Selasa, 14 April 2026.
Kenaikan volume transaksi harian tidak lama setelah sang pemilik, Michael Saylor, membeli 13.927 Bitcoin senilai sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 17,1 triliun. Transaksi ini menambah total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 780.897 BTC.
Head of Digital Assets Research VanEck, Matthew Sigel, menilai lonjakan ini berpotensi berkaitan langsung dengan aksi pembelian Bitcoin oleh Strategy. Momentum pembelian kian memperkuat narasi bahwa instrumen STRC digunakan sebagai salah satu jalur pendanaan untuk ekspansi agresif Bitcoin.
Saylor memperkuat spekulasi tersebut dengan menyinggung likuiditas yang terjadi dalam transaksi tersebut. Kombinasi likuiditas tinggi dan volatilitas rendah ini menunjukkan transaksi dilakukan secara terukur yang umumnya mencerminkan aktivitas investor institusi, bukan ritel.
- CoinDesk
“Likuiditas mencapai US$1,156 miliar. Volatilitas satu sen,” tulisnya dikutip dari Yahoo Finance pada Selasa, 14 April 2026.
Pelaku pasar memperkirakan aliran dana sekitar US$600 juta hingga US$700 juta dalam Bitcoin. Sejumlah proyeksi bahkan memperkirakan volume STRC berpotensi kembali menembus US$1 miliar dalam waktu dekat jika pola historis berlanjut.
“Bisa tembus lebih dari US$1 miliar besok,” ujar Analis Pasar, Taiki Maeda.
Seiring perbaikan sentimen pasar kripto, arus dana ke aset digital disebut mulai meningkat setelah sebelumnya berada di fase bearish. Kondisi ini membuka peluang akumulasi baru oleh investor besar di mana Bitcoin menguji level yang lebih rendah baru-baru ini.
Di sisi lain, lonjakan volume STRC juga menarik perhatian karena porsinya mendekati volume perdagangan saham utama MicroStrategy. Situasi ini menjadi fenomena yang jarang terjadi.
Manajemen persuahaan mengonfirmasi akumulasi lonjakan volume transaksi sebesar 46,5 persen. Aksi Saylor turut memicu lonjakan drastis volume transaksi saham freepen STRC senilai US$772,9 juta.
"Yang sedang terjadi dengan STRC/MSTR benar-benat bikin geleng-geleng kepala. STRC berada di 66 persen dari volume perdagangan harian MSTR," tulis @AdamBLiv di akun X.





