Grid.ID - Kades Margaluyu diketahui tak terima jembatan Cirahong tanpa penjaga. Respon Dedi Mulyadi justru di luar dugaan.
Belakangan ini, Jembatan Cirahong yang berada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis menjadi sorotan karena adanya dugaan aktivitas pungutan liar (pungli) oleh warga setempat. Setelah viral, Dedi Mulyadi pun menghentikan aktivitas penjagaan dan memperbaiki Jembatan Cirahong menggunakan anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Terbaru, Kades Margaluyu tak terima jembatan Cirahong tanpa penjaga. Dedi Mulyadi justru beri respon di luar dugaan.
Dalam video pernyataannya, Dian Cahyadinata mengungkapkan keprihatinannya karena sekitar 40 warga kini kehilangan sumber penghasilan. Ia menjelaskan bahwa selama ini mereka menjaga Jembatan Cirahong secara sukarela.
Ia juga menambahkan, selama kurang lebih tiga dekade, warga sekitar turut membantu pengendara yang melintas agar dapat melewati Jembatan Cirahong dengan aman.
Setelah isu dugaan pungutan liar mencuat dan menjadi viral, kegiatan penjagaan oleh warga di Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya resmi dihentikan sementara oleh pemerintah desa setempat pada Sabtu (4/4/2026).
Di sisi lain, Dian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah melakukan perbaikan terhadap Jembatan Cirahong, karena menurutnya selama ini belum pernah mendapat perhatian serupa. Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada pihak desa yang selama ini telah berperan menjaga serta mengatur arus di Jembatan Cirahong.
"Buat Pak Kades, masalah Jembatan Cirahong. Pertama, saya mengucapkan terima kasih selama ini jembatan ada yang menjaga dan mengatur sehingga bisa dilewati oleh warga," tutur Dedi Mulyadi dalam videonya, Minggu (12/4/2026).
Dedi Mulyadi juga menjelaskan bahwa keputusan untuk meniadakan penjaga di Jembatan Cirahong bukan semata karena dirinya baru menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, melainkan berdasarkan pengalamannya saat melintasi jembatan tersebut jauh sebelumnya.
"Saya pernah ke sana jauh sebelum jadi gubernur. Dari kunjungan itu saya menyimpulkan, perlu pemerintah mengintervensi agar jembatan itu menjadi jembatan yang nyaman dilewati," kata Dedi Mulyadi.
"Maka dari itu saya mengambil kebijakan untuk perbaikan walaupun itu bukan kewenangan provinsi. Tetapi, karena digunakan oleh warga, maka pemerintah provinsi mengambil keputusan diperbaiki," tambahnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menjelaskan rencananya menata wilayah sekitar Jembatan Cirahong agar lebih rapi.
"Setelah diperbaiki, nanti akan segera ditata lingkungannya. Warung-warung akan kami rapikan, jalannya diperlebar, dan ruang parkir yang memadai, dan lampunya akan ditambah bukan hanya sekadar penerangan tetapi estetika," bebernya.
Sementara itu, kata Dedi Mulyadi, perihal keamanan ketika malam menjadi tanggung jawab semuap pihak.
"Keamanan pada malam hari, menurut saya adalah tanggung jawab kita bersama, aparat, warga di lingkungan, untuk menjaga keamanan di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Dedi Mulyadi pun mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung perbaikan khususnya dalam hal tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat.
"Yuk kita sama-sama mewujudkan tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat yang aman dan aman bagi seluruh warga dan terbebas dari berbagai pungutan ataupun sumbangan, apapun namanya," paparnya.
"Sehingga, negara terlihat hadir menyelesaikan berbagai keluh kesah dan kebutuhan masyarakat," imbuh dia.
Terakhir, Dedi Mulyadi juga mendoakan masyarakat yang sebelumnya menjaga Jembatan Cirahong agar mendapatkan ganjaran kebaikan.
"Saya ucapkan terima kasih Bapak dan seluruh warga yang aktif menjaga Jembatan Cirahong selama ini, semoga apa yang sudah dilakukan menjadi amal kebaikan yang semakin membuat hidup kita bermakna bagi kepentingan, kemanusiaan, dan kebangsaan," tutupnya. (*)
Artikel Asli




