Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog Pascapengakuan UNESCO untuk Jaga Kelestarian dan Nilai Filosofis

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan ekosistem kesenian Reyog Ponorogo setelah pengakuannya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO kategori In Need of Urgent Safeguarding pada akhir 2024.

Langkah ini menekankan pelestarian, regenerasi, dan keberlanjutan agar Reyog tetap hidup serta berkembang di tingkat global.

"Reyog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, serta keberagaman suku dan agama dapat dirajut dalam harmoni budaya," ungkapnya.

Ia menilai Reyog Ponorogo bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga representasi nilai, filosofi, dan identitas bangsa.

"Yang lebih penting dari festival adalah filosofinya. Reyog membawa napas keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Di dalamnya ada substansi strategis untuk membangun karakter dan kebijakan bangsa," ia menambahkan.

Penguatan Ekosistem dan Kolaborasi

Pengakuan UNESCO tersebut dinilai harus diikuti langkah konkret dengan fokus pada penguatan ekosistem seni serta keberlanjutannya.

Evy Afianasari menyampaikan penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan lembaga pendidikan dan komunitas seni seperti Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, SMK 12 Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, serta sanggar seni Reyog.

Penguatan dilakukan melalui pelatihan hingga pengembangan kreativitas bagi para pelaku seni.

Perhatian pada Animal Welfare dan Regenerasi

Salah satu perhatian penting dalam pengembangan Reyog adalah aspek kesejahteraan satwa atau animal welfare.

"Proses menuju pengakuan UNESCO ini sangat panjang dan tidak sederhana. Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah aspek animal welfare, di mana kita harus memastikan bahwa dalam pertunjukan Reyog tidak lagi menggunakan material dari satwa dilindungi," jelasnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk pelestarian satwa, khususnya burung merak jawa yang menjadi bagian penting dalam pertunjukan Reyog.

Joko Winarko mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan kesenian tersebut.

"Pertemuan ini menjadi momentum bagi kami untuk mempresentasikan hasil karantina latihan selama dua bulan. Keikutsertaan kami di FRNP bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk kebanggaan sekaligus komitmen generasi muda dalam melestarikan Reyog," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang di Iran Ganggu Bahan Baku, Pengusaha Cemas Bulan Depan Tak Produksi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Aboe Bakar Menangis dan Minta Maaf Usai Diperiksa MKD DPR, Akui Ucapannya Soal Madura Picu Multitafsir
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Trump Tolak Minta Maaf ke Paus Leo XIV atas Kritik Terhadap Perang Iran
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Sekprov Sulsel Sebut Randis Jadi EV Terhambat Kondisi Fiskal
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Menkomdigi Tegur YouTube, Kepatuhan terhadap PP Tunas Dinilai Belum Tegas
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.