HARIAN FAJAR, BANDUNG – Persib Bandung masih berada di puncak klasemen Liga Super 2025-2026. Namun, ada masalah yang harus dituntaskan. Salah satu strikernya, Sergio Castel masih mandul. Pelatih Bojan Hodak tidak panik, malah menyamakan kasus Castel dengan Luka Modric di Real Madrid.
Situasi ini bukan hal baru bagi Persib, karena sebelumnya penyerang lain seperti Andrew Jung dan Ramon Tanque juga mengalami paceklik gol di awal musim. Namun, keduanya mampu membuktikan kapasitasnya dengan mencetak gol secara konsisten, dimana Andrew Jung telah mengumpulkan 10 gol dan Ramon Tanque delapan gol sejauh ini.
Proses Adaptasi Jadi Faktor Penentu Performa PemainBojan Hodak menjelaskan bahwa setiap pemain memiliki waktu adaptasi yang berbeda-beda. “Saya rasa ini mirip karena Sergio baru tiba. Ini memang kendalanya. Jadi ada orang butuh waktu enam bulan, ada yang butuh satu bulan, ada yang butuh tiga tahun untuk beradaptasi,” katanya saat ditemui di Bandung.
Pelatih asal Kroasia itu menambahkan bahwa dirinya lebih fokus pada hasil tim ketimbang siapa yang mencetak gol. “Jadi bagi saya, siapa pun yang bisa mencetak gol, itu tidak penting, yang penting kami menang,” jelasnya.
Contoh Luka Modric Jadi Inspirasi KesabaranHodak juga memberikan contoh nyata dari dunia sepak bola internasional, yakni Luka Modric. Saat Modric bergabung dengan Real Madrid pada 2012, banyak yang meragukan kemampuannya. Namun, berkat proses adaptasi yang baik, Modric akhirnya menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub tersebut.
“Saya selalu memberikan contoh Modric, ketika enam bulan dia datang ke Madrid, dia dinilai sebagai pembelian terburuk. Tapi pada akhirnya, dia dinobatkan sebagai pembelian yang terbaik,” pungkas Hodak.
Kendala Pemain Baru Tanpa PramusimSelain Sergio Castel, Persib juga mendatangkan beberapa pemain lain seperti Thom Haye, Andrew Jung, dan Layvin Kurzawa pada hari terakhir jendela transfer. Kondisi ini menyebabkan mereka tidak mendapatkan porsi latihan pramusim yang optimal sehingga berdampak pada kebugaran dan adaptasi.
“Ada tiga-empat pemain yang pada dasarnya kami datangkan di hari terakhir jendela transfer. Mereka semua pemain yang bagus, mereka adalah Thom, Jung, Kurzawa, mereka ini tidak menjalani pramusim, jadi ketika mereka datang, mereka tidak sepenuhnya bugar,” beber Hodak.
Kendati demikian, dengan motivasi dan kesempatan yang tepat, Persib optimis para pemain baru akan segera menunjukkan performa terbaiknya demi mempertahankan posisi puncak klasemen.
Rekam Jejak Castel
Sebelum gabung Persib, Sergio Castel lebih dulu memperkuat Apollon Limassol dengan catatan 11 penampilan dan tiga gol. Statistik tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan tim pelatih dalam menilai potensi kontribusinya di lini depan.
Performa Castel selama berkarier di Siprus tergolong impresif. Saat berseragam Anorthosis Famagusta, ia mampu mengoleksi 12 gol dari 32 pertandingan di berbagai kompetisi resmi—sebuah bukti konsistensinya sebagai penyerang.
Pengalamannya di Spanyol turut memperkaya kualitasnya. Castel pernah membela UD San Sebastián de los Reyes pada periode 2017–2019 dengan torehan 15 gol dari 51 laga. Ia kemudian melanjutkan karier bersama UD Ibiza pada 2021–2023 dan mencetak 16 gol dari 69 penampilan.
Memasuki musim 2024–2025, Castel sempat menjadi bagian dari Malaga CF. Jam terbangnya di kompetisi Eropa yang kompetitif membuat Persib optimistis sang striker segera beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.





