Soal Isu Merger Nasdem-Gerindra, Framing Tempo Dinilai Menyesatkan

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, DISWAY - Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Timur akhirnya angkat suara terkait pemberitaan Majalah Tempo yang mengangkat isu merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. Pemberitaan tersebut, lengkap dengan visualisasi sampul yang provokatif, dinilai memicu kegaduhan di ruang publik.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, menegaskan bahwa narasi yang dibangun dalam laporan tersebut tidak bersumber dari pernyataan resmi internal partai. Ia menilai framing yang disajikan berpotensi membentuk persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemberitaan itu bukan sekadar persoalan tafsir, tetapi telah menyentuh sensitivitas kader dan simpatisan di berbagai daerah.

Narasi yang menggambarkan seolah Partai NasDem akan dilebur atau "dicaplok" oleh partai lain disebutnya tidak berdasar dan berisiko menyesatkan publik. Berpotensi menyebabkan kegaduhan.

Ia juga menyoroti aspek visualisasi dalam produk jurnalistik tersebut. Menurutnya, ilustrasi yang ditampilkan tidak hanya problematik secara substansi, tetapi juga berpotensi merendahkan martabat partai dan kepemimpinan nasional.

"Karya jurnalistik semestinya tetap berpijak pada etika pers, keberimbangan informasi, serta kehati-hatian dalam menyajikan simbol visual," kata Lita, yang juga legislator di Komisi X DPR RI itu.

Meski demikian, DPW Partai NasDem Jawa Timur menegaskan tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Hanya saja, kebebasan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

BACA JUGA:Gelar Bimtek DPRD, Lita Machfud Arifin: Jadi Legislator Jangan Cuma Hadir Rapat

Sebagai respons, DPW Partai NasDem Jawa Timur menyampaikan tiga tuntutan kepada Majalah Tempo.

Pertama, permintaan maaf terbuka kepada Partai NasDem beserta seluruh kader dan simpatisan.

Kedua, pemuatan klarifikasi resmi secara proporsional.

Ketiga, komitmen nyata untuk menjaga standar etika dan kualitas jurnalistik ke depan.

Politisi NasDem Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa partainya tetap berdiri mandiri dan konsisten memperjuangkan politik berbasis gagasan.

"Saya juga mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dinilai tidak berdasar," kata Lita.

Menutup pernyataannya, Lita mengimbau seluruh pihak untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat. Ia berharap polemik ini dapat diselesaikan secara terbuka dan konstruktif, demi menjaga kepercayaan publik terhadap media serta kualitas demokrasi di Indonesia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Turun, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Terima Undangan Putin Hadiri Agenda Internasional di Rusia Tahun Ini
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Cyrus Network: Mayoritas Masyarakat Dukung Program MBG, Tapi Ingin Tata Kelolanya Diperbaiki
• 14 jam laludisway.id
thumb
10 Lokasi Sewa Kostum Hari Kartini 2026 di Jakarta, Tersedia Busana Adat hingga Sanggul Tradisional
• 13 jam laludisway.id
thumb
Menlu Sugiono: Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Mei dan Juli
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.