Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menghasilkan sejumlah kesepakatan penting soal pertahanan kedua negara.

Sjafrie dan Hegseth bertemu di Pentagon, Washington DC, pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.

Mereka menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).

Baca juga: Sjafrie Temui Menteri Perang AS Pete Hegseth, Sepakati Kerja Sama Pertahanan

MDCP mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari peningkatan kapasitas militer hingga kerja sama kemanusiaan.

Di tengah penguatan kerja sama itu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menegaskan bahwa isu izin lintas udara atau blanket overflight clearance pesawat militer AS bukan bagian dari kesepakatan MDCP.

Berikut adalah rincian soal kesepakatan yang dicapai Indonesia dan AS, sebagaimana informasi yang dihimpun Kompas.com dari Kementerian Pertahanan RI:

Kesepakatan soal MDCP

Kesepakatan MDCP menjadi panduan utama dalam memperluas kerja sama pertahanan Indonesia dan AS secara lebih komprehensif, dengan tetap mengedepankan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan menguntungkan.

Berikut poin-poin utama kerja sama yang disepakati:

1. Penguatan pendidikan dan pelatihan militer

Kerja sama difokuskan pada pengembangan program International Military Education and Training (IMET), termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan militer profesional dan pelatihan, termasuk bagi pasukan khusus.

2. Pengembangan kapasitas dan teknologi pertahanan

Indonesia dan AS menjajaki kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya serta penguatan kapasitas industri dan sistem pertahanan.

3. Peningkatan kesiapan operasional

Kedua negara sepakat memperkuat kesiapan operasional melalui latihan bersama, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan interoperabilitas angkatan bersenjata.

4. Penguatan hubungan antarpersonel pertahanan

Kerja sama juga mencakup peningkatan hubungan antarpersonel militer sebagai bagian dari pembangunan kepercayaan dan kerja sama jangka panjang.

Baca juga: Isi Pertemuan Menhan Sjafrie dan AS: Dari Kerja Sama Militer hingga Isu Overflight

Repatriasi jenazah prajurit

Selain kerja sama strategis, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman dengan Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) alias Badan Urusan Tahanan Perang atau Orang Hilang dalam Aksi Pertahanan Amerika Serikat.

Kerja sama ini bersifat kemanusiaan dan historis, meliputi:

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

- Penelitian dan pencarian sisa-sisa jenazah prajurit AS dari Perang Dunia II di wilayah Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Beberkan 3 Poin Kerja Sama yang Ditawarkan ke Vladimir Putin
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Soal Kuota Wisatawan TN Komodo hanya 1.000 Orang per hari, Menhut: Sudah Diinisiasi Sejak Lama
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkop dan Kemensos Bakal Angkat Penerima PKH Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aila Pelajar 13 Tahun Jadi Calon Haji Termuda di RI Gantikan Ibu yang Wafat
• 2 jam laludetik.com
thumb
Selain Pasokan BBM, Indonesia Jajaki Kerja Sama Pembangunan Storage Crude dan Nuklir dengan Rusia
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.