Menteri KKP dan Gubernur Jawa Barat Tinjau Proyek Hunian Warisan Bangsa Purwakarta

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), melakukan kunjungan ke proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta, Selasa (14/4).

HWB merupakan sebuah terobosan nyata kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyediaan hunian berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Proyek ini merupakan bagian dari implementasi program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan 3 juta rumah, yang bertujuan membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan mendorong mobilitas sosial—memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas dan memutus rantai kemiskinan.

Harga rumah yang ditawarkan tergolog sangat terjangkau, untuk hunian satu kamar tidur dalam proyek HWB Purwakarta ini jual dengan haraga mulai dari Rp98 juta dan untuk dua kamar tidur mulai dari  Rp115 juta, haraga ini jauh di bawah harga pasar FLPP saat ini yang umumnya berada di atas Rp160 juta. Tidak hanya terjangkau, hunian ini berada dalam kawasan terencana dengan infrastruktur lengkap dan konsep komunitas yang terpadu. 

Sementra untuk skema pembiayaan juga dirancang sangat ringan, dengan cicilan sekitar Rp500 ribu per bulan. Bahkan, untuk unit satu kamar, tersedia program cicilan awal hanya sekitar Rp170 ribu per bulan selama 15 bulan pertama.

“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.  Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat," ujar Maruarar Sirait.

Proyek HWB Purwakarta dimulai pada Juli 2025, memperoleh seluruh perizinan pada Oktober 2025, dan resmi diluncurkan pada Maret 2026 dengan konsep pre-selling (indent). Sejak peluncuran, proyek ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit dalam waktu singkat—sebuah pencapaian yang luar biasa. HWB Purwakarta menjadi model dan prototipe yang dapat direplikasi secara nasional untuk mendukung percepatan program perumahan pemerintah.

“Purwakarta siap menjadi contoh, ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi.

Kebutuhan hunian berkualitas yang dekat dengan tempat kerja menjadi sangat tinggi, dan HWB Purwakarta hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Purwakarta merupakan salah satu kawasan industri paling strategis di Jawa Barat dan di Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pabrik yang beroperasi di sekitarnya. Lokasinya yang berada di antara Jakarta dan Bandung, serta didukung jaringan lan tol dan logistik yang kuat menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Proyek HWB Purwakarta dikembangkan oleh HWB Group bersama Lippo Cikarang sebagai bagian dari program pemberdayaan pengembang lokal, yaitu Iwang Prejadi, seorang pengembang FLPP, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pengembang besar dan pengusaha lokal dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein)  menyatakan mendukung penuh proyek ini. Menurutnya, ini membawa manfaat nyata—lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta. 

Ketut Wijaya, Perwakilan Lippo Cikarang menambahkan, kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghasilkan dampak besar. "Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat.”

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan dukungan dari pemerintah, pemerintah daerah, dan Lippo. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Iwang Prejadi, Pengembang Lokal

Dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun. Proyek ini memberdayakan kekuatan lokal, di mana lebih dari 95% material dan kontrak berasal dari dalam Provinsi Jawa Barat sendiri. Begitu juga dengan tenaga kerja, lebih dari 80% tenaga kerja berasal dari kabupaten dan provinsi setempat. Dengan demikian ini dapat menciptakan efek pengganda ekonomi yang kuat, meningkatkan aktivitas usaha lokal, serta memperkuat perekonomian daerah. Bahkan diperkirakan dengan hadirnya proyek ini akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada Juli–Agustus 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merusak Pertanian, Tambang Emas Ilegal di Sulteng Digerebek Polisi
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Hadapi Godzilla El Nino 2026, Pemerintah Jamin Pasokan Beras Aman
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Difitnah Lakukan Oplas Gagal, Rossa Layangkan Somasi & Tempuh Jalur Hukum
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Reaksi Berkelas Calvin Verdonk Usai Lille Tekuk Lutut Toulouse 4-0, Sampai Diteriaki Suporter Indonesia: Hey Calvin, Persib Bandung!
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Rakortek Renbang Se- Sumatera Utara Tahun 2026 Untuk Kawasan Afirmasi, Kepulauan Nias Hadir Berkolaborasi
• 20 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.