WMPP Gelar Right Issue demi Kurangi Utang

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.

PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berencana menggelar aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.

Perusahaan peternakan yang dikendalikan Tumiyana tersebut berencana memperbaiki neraca, terutama mengurangi utang. Hingga akhir 2025, liabilitas WMPP mencapai Rp4,04 triliun, sedangkan ekuitas hanya Rp255 miliar.

Baca Juga:
Siapa Pemilik Saham WMUU? Peternakan Unggas Terintegrasi, Inilah Sosok Pemiliknya

"Sehubungan dengan PMHMETD, perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru yang berasal dari portepel perseroan dengan nominal Rp20," kata manajemen WMPP melalui keterbukaan informasi, Selasa (14/4/2026).

Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut mencapai 29 persen dari saham beredar WMPP yang saat ini mencapai 29,4 miliar.

Baca Juga:
Perkuat Struktur Modal, WMUU Siapkan Rights Issue hingga 6,1 Miliar Saham

Sebagian dana hasil rights issue akan digunakan untuk melakukan konversi atas hak tagih pemegang saham dan pemegang Medium Term Notes (MTN) kepada WMPP. Selebihnya akan dipakan untuk modal kerja.

Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperbaiki keuangan perseroan. Jika pemegang saham dan pemegang MTN ikut ambil bagian, maka rasio pinjaman terhadap modal menurun sehingga struktur modal dapat membaik.

Selain itu, manajemen juga berharap partisipasi dari para pemegang saham untuk ikut ambil bagian dalam rights issue.

"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD yang akan diperoleh, maka persentase kepemilikan sahamnya terhadap saham-saham perseroan akan terdilusi," kata manajemen WMPP.

Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026.

Hingga akhir Februari 2026, Tumiyana menjadi pemegang saham terbesar WMPP dengan porsi 66,95 persen, diikuti oleh Red Dragon Capital Ltd 6,5 persen, dan Koperasi Konsumen Karyawan Mandiri Widodo Makmur 6,15 persen.

Adapun masyarakat memiliki 6,01 miliar saham WMPP atau setara 20,42 persen. Sejumlah entitas yang masuk kategori tersebut di antaranya PT Pendanaan Efek Indonesia (5 persen), pemerintah Norwegia (1,14 persen), dan Afandi Tjandra (1,06 persen).

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibombardir Israel, Desa dan Kota Lebanon Sudah Tidak Ada di iPhone
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Resbob Dituntut 2,5 Tahun Penjara Terkait Penyebaran Ujaran Kebencian Ras Sunda
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Mendiktisaintek: Jangan Toleransi Kekerasan Apa Pun di Kampus, Termasuk Seksual
• 31 menit lalukompas.id
thumb
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Anggota Damkar di Jakarta Pusat, 5 Pelaku Diamankan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Titiek Soeharto Ulang Tahun, Begini Kalimat Ucapan Selamat Ultah dari Presiden Prabowo
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.