Harga minyak mentah, baik minyak mentah Amerika Serikat (AS) maupun Brent, masih berada di atas level USD 90 per barel.
Mengutip Tradingeconomics, harga minyak mentah turun tipis 0,99 persen ke level USD 90,37 per barel pada perdagangan Rabu (15/4). Kemudian harga Brent juga turun 0,39 persen menjadi USD 94,42 per barel.
Mengutip Reuters, harga minyak saat ini masih berada di bawah puncak tertinggi pada Maret yang sempat menyentuh kisaran USD 100 per barel, namun levelnya tetap sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Februari.
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan bagi sektor riil terlihat dari biaya yang harus dibayar kilang, saat harga minyak mentah Laut Utara untuk pengiriman jangka pendek telah menembus lebih dari USD 140 per barel atau hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum konflik pecah.
Di sisi lain, sebagian investor mulai melihat secercah optimisme. Hal ini tercermin dari harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman akhir tahun yang mengindikasikan keyakinan bahwa solusi ke depan dapat menekan harga ke kisaran USD 83 per barel.
Meski begitu, level kontrak berjangka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelum 28 Februari. Tercatat, kontrak Desember telah melonjak sekitar 21 persen, dengan tren kenaikan serupa juga terjadi pada kontrak Maret 2027.





