KPK dalami kemungkinan Gatut Sunu peras pihak sekolah di Tulungagung

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kemungkinan Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo memeras pihak sekolah ataupun kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

"Ada dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati kepada pihak-pihak di sekolah dan kecamatan. Artinya, ada label harganya untuk jabatan-jabatan kepala sekolah ataupun camat. Ini yang terus kami dalami dan telusuri," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.

Oleh sebab itu, dia mengatakan KPK sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat terkait hal tersebut.

"Kami sangat butuh dukungan dari masyarakat dalam proses penyidikan perkara ini," ucap Budi.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur pada 10 April 2026.

KPK menangkap 18 orang dalam OTT tersebut, termasuk Gatut Sunu Wibowo dan adik kandungnya sekaligus anggota DPRD Tulungagung Jatmiko Dwijo Saputro.

Sehari setelahnya atau 11 April 2026, KPK membawa Gatut Sunu Wibowo dan adiknya beserta 11 orang lainnya ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif.

Pada tanggal yang sama, KPK mengumumkan Gatut Sunu Wibowo (GSW) beserta Dwi Yoga Ambal (YOG) selaku ajudannya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025-2026.

KPK menduga Gatut Sunu memeras perangkat daerah di Pemkab Tulungagung dengan modus surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan dan status aparatur sipil negara. Surat tersebut sudah ditandatangani dan memakai meterai, tetapi belum dituliskan tanggalnya.

Dengan modus tersebut, KPK menduga Gatut Sunu mendapatkan uang hingga Rp2,7 miliar dari target Rp5 miliar dari 16 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Baca juga: KPK duga Bupati Tulungagung pakai surat agar lepas jeratan hukum

Baca juga: KPK bongkar modus baru pemerasan Bupati Tulungagung pakai surat bermeterai


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus penganiayaan, Kompolnas dorong Polri bangun mekanisme pencegahan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Aplikasi Y-ON Jadi Simplifikasi Layanan Digital Yamaha
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Luapan Danau Sentani Ganggu Aktivitas Warga, 24 Kampung Terdampak
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Wamendagri Wiyagus Tekankan Penyusunan APBD Harus Selaras dengan RKPD
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan CEO Anak Usaha Garuda Indonesia Resmi Jadi Direktur Utama Baru Ancol
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.