12 perusahaan sektor kreatif asal Prancis tengah menjajaki peluang kerja sama terkait bisnis di Indonesia. Penjajakan tersebut dilakukan karena Indonesia dipandang sebagai salah satu ekosistem industri kreatif yang sangat dinamis di dunia.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang arsitektur, pengalaman imersif, video game, museografi dan warisan budaya, musik, serta live events.
“Memang, bagi Prancis saat ini, Indonesia adalah salah satu ekosistem industri budaya dan kreatif yang paling dinamis, tidak hanya di Asia Tenggara tetapi juga di dunia. Hal ini didorong oleh populasi muda yang sangat terhubung, warisan budaya yang kuat dan beragam, serta talenta kreatif luar biasa yang tersebar di seluruh kepulauan, kata Duta Besar Republik Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone di kediamannya di Jakarta, Selasa (14/4).
Fabien juga menyoroti bahwa industri kreatif di Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan laporan yang ia baca, industri kreatif menyumbang 7 sampai 8 persen terhadap total PDB dan sudah menyerap 27 juta tenaga kerja.
Dalam penjajakan kali ini, skema yang diambil merupakan skema business to business (B2B). 12 perusahaan sektor kreatif asal Prancis tersebut dipertemukan dengan 50 perusahaan Indonesia untuk mendorong adanya kolaborasi secara langsung.
Penjajakan tersebut juga merupakan bagian dari program ICC Immersion Indonesia yang diselenggarakan dalam kurun tanggal 11-16 April 2026. Adapun ICC Immersion merupakan program yang diluncurkan pada tahun 2022 lalu sebagai bagian dari program France 2030 untuk melakukan akselerasi internasional unggulan yang dirancang untuk mendukung ekspansi global perusahaan-perusahaan kreatif Prancis yang inovatif.
Fabien berharap program tersebut bisa memunculkan kemitraan jangka panjang antara sektor kreatif asal Prancis dengan sektor kreatif asal Indonesia.
“Kami ingin membangun kemitraan yang terstruktur, jangka panjang, dan produktif. Delegasi ini merupakan bagian dari ‘France-Indonesia Year of Innovation’. Intinya, kami ingin menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tujuan yang sama dalam memperkuat kerja sama di sektor inovasi dan kreasi, termasuk budaya dan industri kreatif,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan Deklarasi Borobudur pada Mei 2025 lalu yang menetapkan budaya dan ekonomi kreatif sebagai pilar kerja sama bilateral.
“Kolaborasi kita bukan sekadar proyek jangka pendek. Kami bertujuan untuk mendiversifikasi kerja sama kami di berbagai bidang, termasuk keamanan, pertahanan, inovasi, sains, universitas, pertanian, kesehatan maritim, dan tentu saja, ekonomi budaya dan kreatif,” kata Fabien.
Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama, yang diadopsi oleh presiden Prabowo dan presiden Macron pada Mei 2025, yang menetapkan budaya dan ekonomi kreatif sebagai pilar strategis kerja sama bilateral.
“Kolaborasi kita bukan sekadar proyek jangka pendek. Kami bertujuan untuk mendiversifikasi kerja sama kami di berbagai bidang, termasuk keamanan, pertahanan, inovasi, sains, universitas, pertanian, kesehatan maritim, dan tentu saja, ekonomi budaya dan kreatif,” kata Fabien.
Merespons hal tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menyambut baik adanya penjajakan. Ia juga menjelaskan bahwa bangsa indonesia merupakan bangsa yang siap mempelajari, menyerap, dan mengolahnya budaya luar menjadi ekspresi budaya baru yang unik.
“Saya sangat berharap melalui program ICC Immersion ini, akan lahir kolaborasi nyata yang tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara secara ekonomi, tapi juga membawa kebahagiaan bagi masyarakat kita melalui karya-karya kreatif,” kata Giring.





