Menkeu Purbaya Paparkan Kekuatan Fiskal Indonesia di Washington DC

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan pimpinan IMF, Bank Dunia, dan lembaga pemeringkat internasional di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut membahas keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan APBN di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah memaparkan strategi pengelolaan anggaran kepada 18 investor besar dunia termasuk Goldman Sachs. Selain itu, Purbaya menjelaskan kebijakan ekonomi nasional secara komprehensif kepada para pemegang modal tersebut.

“Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” ujar Purbaya, Rabu (15/4/2026). Di samping itu, respons dari lembaga moneter internasional dilaporkan sangat positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

IMF menyoroti tantangan geopolitik global yang memicu fluktuasi harga energi dunia saat ini. Terlebih lagi, ketidakpastian ekonomi diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat solid. Selain itu, pemerintah memiliki bantalan anggaran sebesar Rp 420 triliun untuk menghadapi tekanan eksternal.

Indonesia dinilai mampu menyerap guncangan ekonomi akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Di samping itu, penyesuaian kebijakan telah dilakukan sejak akhir tahun lalu untuk memperkuat daya tahan nasional.

Investor global menunjukkan ketertarikan tinggi pada instrumen sektor keuangan seperti *fixed income* dan *equity*. Terlebih lagi, aliran dana portofolio diproyeksikan segera masuk untuk memperkuat pasar modal domestik.

Bank Dunia menyatakan kepuasan atas disiplin fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memberikan penilaian positif terhadap strategi pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Dihadapan Purbaya Hingga Perry, IMF Sebut Indonesia Titik Terang Dunia

Kerja sama dengan Bank Dunia akan diperdalam untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Di samping itu, pembiayaan proyek strategis nasional menjadi salah satu poin utama dalam agenda kemitraan tersebut.

Kepercayaan investor internasional diharapkan terus meningkat seiring transparansi kebijakan anggaran yang kredibel. Dengan demikian, stabilitas ekonomi makro tetap terjaga guna mendukung target pembangunan jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ruby Rose Tuduh Katy Perry Lakukan Pelecehan, Polisi Australia Turun Tangan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
‎Paripurna DPRK Bireuen Bahas Penguatan MAA dan Penyertaan Modal Perumdam Rp70,4 Miliar ‎ ‎ ‎BIREUEN — Dewan Perwakilan
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Menhaj Ingatkan WNI Jangan Nekat Pergi Tanpa Visa Haji Resmi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Spesialis Pencuri Rumah Kosong di Bintan Timur Diringkus, Beraksi di 7 Lokasi Demi Foya-foya
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Dedi Mulyadi Ajak Anak Muda Jangan Kedepankan Gengsi soal Pesta Pernikahan: Mending Pagi Akad di KUA, Siang Pulang ke Rumah Sendiri Walaupun Nyicil
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.