Penulis: Fityan
TVRINews – Paris, Prancsi
Pertemuan di Paris perkuat pengadaan alutsista modern dan stabilitas keamanan global.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa 14 April 2026.
Kunjungan ini menandai babak baru diplomasi Indonesia di Eropa, hanya berselang satu hari setelah sang Kepala Negara menyelesaikan agenda kenegaraan di Moskow, Rusia.
Dalam dialog tertutup tersebut, kedua pemimpin menekankan komitmen untuk memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun.
Fokus utama pembicaraan mencakup modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia serta percepatan transisi energi menuju keberlanjutan.
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @presidenrepublikindonesia, dijelaskan bahwa pembahasan mencakup spektrum kerja sama yang luas.
"Termasuk pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif," tulis akun resmi Presiden Republik Indonesia @prabowo
Navigasi Geopolitik dan Ketahanan Energi
Langkah diplomasi maraton dari Moskow ke Paris ini dipandang oleh para analis sebagai upaya Indonesia dalam mempertahankan postur politik luar negeri yang bebas aktif.
Mengutip laporan AFP, kunjungan Prabowo ke mancanegara termasuk ke Rusia sebelumnya memiliki tujuan krusial untuk mengamankan pasokan energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak global yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah.
"Saya harus pergi ke mana saja untuk mengamankan minyak," ujar Presiden Prabowo dalam arahan kabinet baru-baru ini, mempertegas urgensi ketahanan energi bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Selain isu energi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pertemuan dengan Macron juga menjadi forum bagi Indonesia untuk menyampaikan perspektif strategisnya terhadap dinamika global.
Indonesia terus mendorong kolaborasi konkret yang tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian dunia.
Inovasi dan Ekonomi Kreatif
Di luar sektor keamanan, hubungan Jakarta-Paris di tahun 2026 ini juga merambah ke sektor-sektor inovatif.
Berdasarkan informasi dari France-Indonesia Innovation 2026, kedua negara tengah mengintensifkan program pertukaran bakat dan teknologi kreatif.
Hal ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Prancis, sebagai salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia di kawasan Eropa, terus membuka peluang investasi di sektor infrastruktur hijau dan transportasi modern, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews





