JAKARTA, KOMPAS.com - Ambang batas pencapresan nol persen diprediksi dapat memicu banjir calon presiden (capres). Pemilih jangan sampai bingung menentukan pemimpin.
Meski begitu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka peluang ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi 0 persen belum sepenuhnya final dalam praktik.
Pasalnya, peluang tersebut masih harus dituangkan dalam revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (Pemilu), sebagaimana amanat putusan MK.
Di tengah wacana ini, muncul kekhawatiran bahwa penghapusan ambang batas akan memicu ledakan jumlah capres, sehingga membuat publik kebingungan menentukan pilihan pada Pemilu 2029.
Namun, sejumlah pengamat menilai skenario tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.
Baca juga: Presidential Threshold Nol Persen Bakal Akhiri Era Koalisi Gemuk?
Potensi banyak capres di tahap awalDirektur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan melihat bahwa pada fase awal pencalonan, peluang munculnya banyak kandidat tetap terbuka lebar jika ambang batas dihapus.
“Konsekuensi presidential threshold 0 persen memang berpotensi memunculkan banyak calon presiden,” kata Iwan.
Secara teoritis, setiap partai politik yang lolos pemilu dapat mengusung capres masing-masing. Jika seluruh partai mengambil langkah tersebut, jumlah kandidat bisa meningkat signifikan dalam waktu bersamaan.
“Kalau misalnya partai politik yang dinyatakan lolos pemilu mencalonkan presiden masing-masing, pasti pemilih/publik akan kebingungan menentukan pilihannya,” ujarnya.
Baca juga: Presidential Threshold Nol Persen dan Demokrasi yang Diuji dari Awal
Meski demikian, Iwan menilai kondisi tersebut tidak akan bertahan hingga hari pemungutan suara.
Dinamika politik, menurut dia, justru akan mengarah pada penyederhanaan jumlah kandidat melalui pembentukan koalisi.
“Namun, menurut saya walaupun di awal akan muncul banyak capres, namun di ujung akan mengerucut maksimal 3-4 calon, karena akan terbentuk koalisi-koalisi,” katanya.
Baca juga: Peneliti BRIN Nilai Koalisi Permanen Sulit Terwujud, Singgung Penghapusan Presidential Threshold
Tak otomatis banjir capresPengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai bahwa penghapusan ambang batas tidak serta-merta membuat semua partai politik mengusung calon sendiri sehingga banjir capres.
“Sekalipun zero threshold, saya tak terlampau yakin banyak calon. Hanya partai yang punya nyali saja yang majukan jagoan di Pilpres 2029,” kata Adi kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026).
Menurut dia, persoalan utama justru terletak pada kemampuan logistik partai politik. Kontestasi pemilihan presiden membutuhkan biaya politik yang besar, sehingga tidak semua partai memiliki kapasitas untuk maju.





