Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah upaya berbagai negara menjaga ketahanan energi global, data terbaru tahun 2024 yang dilansir dari Data Indonesia menunjukkan Venezuela, Arab Saudi, dan Iran sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Total cadangan global yang mencapai sekitar 1,79 triliun barel menjadi gambaran penting bagi arah kebijakan energi masing-masing negara.
Di tengah dinamika tersebut, Indonesia terus berupaya memperkuat kemandirian energi nasional. Pada 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Kilang ini menjadi yang terbesar di Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri.
Pemerintah menargetkan optimalisasi produksi domestik guna mengurangi ketergantungan impor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pengoperasian RDMP Balikpapan diarahkan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin dan solar.
Melalui proyek ini, produksi bensin beroktan tinggi (RON di atas 90) ditingkatkan hingga 5,8 juta kiloliter per tahun. Hal ini diproyeksikan dapat menekan impor bensin hingga 3,6 juta KL per tahun. Selain itu, penerapan campuran biofuel seperti E10 berpotensi mengurangi impor bensin hingga 3,9 juta KL per tahun.
Daftar Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar DuniaMelansir data dari Data Indonesia pada tahun 2024, total cadangan minyak dunia mencapai sekitar 1,79 triliun barel. Berikut negara dengan cadangan terbesar:
Baca Juga
- Simak 10 Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar, Ada Indonesia?
- Menyikapi Fakta dan Data Harga BBM di Tengah Gejolak Konflik Timur Tengah
- Venezuela : 303,22 miliar barel
- Arab Saudi : 267,2 miliar barel
- Iran : 208,6 miliar barel
- Kanada : 189,49 miliar barel
- Irak : 145,02 miliar barel
- Uni Emirat Arab : 113 miliar barel
- Rusia : 107,8 miliar barel
- Kuwait : 101,5 miliar barel
Venezuela menjadi negara dengan cadangan terbesar, menguasai sekitar 16,97% dari total global, diikuti oleh Arab Saudi dan Iran.
Daftar Negara dengan Cadangan Minyak Terbukti Terbesar di Dunia- Venezuela : 303,22 Milliar Barel
- Arab Saudi : 267,2 Milliar Barel
- Iran : 208,6 Milliar Barel
- Irak : 145,02 Milliar Barel
- Uni Emirat Arab : 113 Milliar Barel
- Kuwait : 101,5 Milliar Barel
- Rusia : 80 Milliar Barel
- Libya : 48,36 Milliar Barel
- Amerika Serikat : 45,01 Milliar Barel
Menurut Organization of the Petroleum Exporting Countries, total cadangan minyak terbukti dunia pada 2024 mencapai sekitar 1,57 triliun barel, meningkat sekitar 0,15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren Produksi Minyak DuniaDalam periode 2014–2024, produksi minyak global rata-rata mencapai 92,90 juta barel per hari (bph). Pada 2024, produksi meningkat menjadi 96,89 juta bph atau naik 0,58% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, produksi minyak dunia menunjukkan tren meningkat sekitar 9,23% dalam satu dekade terakhir. Produksi tertinggi tercatat pada 2024, sementara yang terendah terjadi pada 2014.
Dari sisi pertumbuhan tahunan:
- Kenaikan tertinggi terjadi pada 2022 sebesar 4,50%
- Penurunan terdalam terjadi pada 2020 sebesar 6,49%
Meski demikian, permintaan minyak global tetap tumbuh moderat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik (Antara News).
Upaya Indonesia Menuju Swasembada EnergiPenguatan kapasitas kilang seperti RDMP Balikpapan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah menargetkan penghentian impor solar (CN 48 dan CN 51) mulai pertengahan 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan energi di dalam negeri agar lebih efisien dan berkelanjutan.
FAQ 1. Negara mana yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia?Venezuela menempati posisi pertama dengan cadangan sekitar 303,22 miliar barel, diikuti Arab Saudi dan Iran.
2. Berapa total cadangan minyak dunia saat ini?Cadangan minyak global diperkirakan mencapai sekitar 1,79 triliun barel, dengan cadangan terbukti sekitar 1,57 triliun barel menurut OPEC.
3. Apa tujuan pembangunan kilang Balikpapan oleh Indonesia?Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri, mengurangi impor BBM, serta mendukung kemandirian energi nasional.





