Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) M. Risyad Fahlefi mengapresiasi pemerintah atas kebijakan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan.
Menurut Risyad, keputusan itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang sangat terdampak oleh fluktuasi harga energi. Stabilitas harga BBM menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi.
"Kami menilai langkah pemerintah dalam menjaga harga BBM tetap stabil merupakan bentuk komitmen nyata untuk melindungi rakyat dari beban ekonomi yang lebih berat, terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu," ujar Risyad dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, DPP GMNI melihat kebijakan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor strategis, seperti transportasi, distribusi logistik, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kestabilan harga energi.
Baca juga: Prabowo sebut Indonesia tak perlu impor BBM dalam tiga tahun
Risyad juga meminta pemerintah untuk terus menjaga konsistensi kebijakan yang berpihak pada rakyat sesuai ajaran Bung Karno serta memperkuat transparansi dan komunikasi publik agar masyarakat dapat memahami dasar pengambilan kebijakan tersebut.
"Kami berharap kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional dan kesejahteraan rakyat. Ini adalah momentum penting untuk mengimplementasikan Trisakti Bung Karno, terkhusus dalam berdikari di bidang ekonomi," tuturnya.
Menurut Risyad, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama sehingga bangsa kita tidak mudah didikte oleh fluktuasi pasar global.
DPP GMNI menyatakan akan terus mengawal kebijakan publik serta berperan sebagai mitra kritis yang konstruktif guna memastikan setiap langkah pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat luas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berupaya menjaga agar BBM bersubsidi tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya pada kelompok tidak mampu.
"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Rabu (8/4).
Baca juga: Purbaya pastikan BBM bersubsidi terus jalan ikuti Instruksi Presiden
Baca juga: Bahlil: Tidak ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi
Baca juga: Menko Muhaimin: Ekonomi Indonesia kuat hadapi geopolitik global
Menurut Risyad, keputusan itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang sangat terdampak oleh fluktuasi harga energi. Stabilitas harga BBM menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi.
"Kami menilai langkah pemerintah dalam menjaga harga BBM tetap stabil merupakan bentuk komitmen nyata untuk melindungi rakyat dari beban ekonomi yang lebih berat, terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu," ujar Risyad dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, DPP GMNI melihat kebijakan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor strategis, seperti transportasi, distribusi logistik, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kestabilan harga energi.
Baca juga: Prabowo sebut Indonesia tak perlu impor BBM dalam tiga tahun
Risyad juga meminta pemerintah untuk terus menjaga konsistensi kebijakan yang berpihak pada rakyat sesuai ajaran Bung Karno serta memperkuat transparansi dan komunikasi publik agar masyarakat dapat memahami dasar pengambilan kebijakan tersebut.
"Kami berharap kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional dan kesejahteraan rakyat. Ini adalah momentum penting untuk mengimplementasikan Trisakti Bung Karno, terkhusus dalam berdikari di bidang ekonomi," tuturnya.
Menurut Risyad, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama sehingga bangsa kita tidak mudah didikte oleh fluktuasi pasar global.
DPP GMNI menyatakan akan terus mengawal kebijakan publik serta berperan sebagai mitra kritis yang konstruktif guna memastikan setiap langkah pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat luas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berupaya menjaga agar BBM bersubsidi tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya pada kelompok tidak mampu.
"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Rabu (8/4).
Baca juga: Purbaya pastikan BBM bersubsidi terus jalan ikuti Instruksi Presiden
Baca juga: Bahlil: Tidak ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi
Baca juga: Menko Muhaimin: Ekonomi Indonesia kuat hadapi geopolitik global





