Penuhi kecukupan gizi anak agar terhindar dari batuk pilek

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dan konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) dr. Lucky Yogasatria Sp.A menekankan pentingnya memenuhi kecukupan gizi anak supaya terhindar dari penyakit batuk pilek selama terjadinya El Nino "Godzilla".

"Sebenarnya yang utama itu anak istirahat yang cukup dan mendapatkan nutrisi seperti vitamin D, vitamin C, Zink dan itu adalah mikronutrisi yang penting untuk pertahanan tubuh,” kata Lucky saat ditemui ANTARA di Jakarta, Selasa.

Lucky menyebut salah satu penyakit yang sering ditemukan ketika cuaca sedang ekstrem adalah batuk pilek, yang mudah menular di kalangan anak-anak. Sehingga pemenuhan gizi anak menjadi hal yang sangat penting guna meningkatkan imunitas tubuhnya.

Baca juga: Dokter jelaskan tanda kegawatan pneumonia pada anak

Dalam memenuhi gizi anak, orang tua dapat memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup seperti mengonsumsi air putih atau susu dengan batas maksimal 500 mili liter per hari.

Orang tua juga diminta untuk memenuhi kebutuhan mikronutrisi berupa vitamin C, vitamin D dan Zinc yang bisa didapat melalui konsumsi buah dan sayur, serta protein hewani seperti daging ayam, daging sapi dan hati ayam.

"Batuk pilek itu paling sering disebabkan oleh virus seperti adenovirus, itu enggak ada obatnya sebenarnya tapi virus akan mati oleh imunitas (yang baik)," ujar dia.

Baca juga: Dokter : Anak alami selesma bisa sembuh sendiri dalam 7-10 hari

Selain itu, pastikan lingkungan sekitar tetap bersih dan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

Sebelumnya, nama "Godzilla" dipopulerkan oleh seorang ilmuwan NASA bernama Bill Patzert pada tahun 2015 untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas.

Sedangkan di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut penggunaan istilah itu untuk menggambarkan potensi variasi El Nino yang kuat, sehingga muncul prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Baca juga: Kenali jenis-jenis batuk agar penanganannya tepat

Indonesia dapat mengalami keadaan minim awan dan hujan. Namun, dampaknya bisa saja tidak seragam terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karenanya, BRIN mengajak kementerian/lembaga yang terkait untuk dapat memitigasi dengan mempertimbangkan dampak kekeringan di bagian selatan Indonesia dan dampak banjir di timur laut Indonesia (Sulawesi, Halmahera, Maluku).

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi iklim tahun 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan normal. Terdapat indikasi musim kemarau akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Baca juga: Dokter jelaskan penanganan untuk batuk pilek biasa pada anak

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Selasa (7/4) menyampaikan kondisi ENSO masih berada pada fase netral, namun pada semester kedua 2026 diprediksi berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” katanya.

Baca juga: Kapan anak batuk pilek tak perlu diberi obat?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Jepang Demo Pembangunan Masjid di Fujisawa, Ada Apa?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pabrik BYD di Shenzhen Kebakaran, Lini Produksi Aman?
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Sita Enam Barang Milik Faizal Assegaf Terkait Kasus Bea Cukai
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen 16 Mahasiswa FH UI Dipampang Saat Sidang Terbuka Soal Pelecehan, Kompak Disoraki
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Nasib Elkan Baggott Makin Suram, Bek Timnas Indonesia Kembali Didepak dari Skuad Ipswich Town
• 19 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.