Pertamina, sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di sektor energi, menunjukkan kesiapan dalam mengolah minyak mentah yang berasal dari Rusia.
Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan bahwa kilang-kilang Pertamina telah dilengkapi dengan teknologi mutakhir yang memadai untuk memproses jenis minyak mentah tersebut.
“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” ujar Roberth dikutip dari ANTARA, Rabu (15/4/2026).
Infrastruktur yang dimiliki Pertamina terdiri dari berbagai kilang yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap kilang memiliki spesifikasi dan kapasitas yang berbeda, namun semuanya diarahkan untuk berfungsi secara maksimal dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dengan adanya teknologi modern dalam proses pengolahan minyak, Pertamina tidak hanya mampu menghasilkan produk olahan yang berkualitas tinggi, tetapi juga dapat beroperasi dengan efisiensi energi yang lebih baik. Kesiapan ini sangat krusial dalam konteks gejolak pasar energi global yang kerap terjadi.
Dukungan terhadap Kebijakan PemerintahDalam menjalankan rencana pengolahan minyak mentah dari Rusia, Pertamina berkomitmen untuk selalu berkoordinasi dan mengikuti arahan dari pemerintah.
Roberth menekankan bahwa dukungan terhadap kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak, termasuk impor dari Rusia, adalah hal yang menjadi prioritas Pertamina.
“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” ujar Roberth.
Keberadaan Pertamina sebagai salah satu garda terdepan dalam penyediaan energi domestik memastikan bahwa Indonesia dapat mengatasi tantangan yang muncul dari fluktuasi pasokan energi global.
Pertamina menyadari pentingnya kerjasama yang strategis dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan ketahanan energi nasional. Dalam konteks ini, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menjajaki kerjasama dengan Rusia menunjukkan strategi yang sedang diupayakan untuk mendiversifikasi sumber pasokan energi yang ada.
Negosiasi Energi antara Indonesia dan Rusia Pertemuan Strategis dengan Pemimpin RusiaNegosiasi yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di sektor energi. Pertemuan ini membahas berbagai kemungkinan kerjasama, termasuk pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Bahlil mengungkapkan bahwa kesepakatan ini tidak hanya akan meningkatkan cadangan minyak mentah Indonesia, tetapi juga memberikan akses terhadap LPG yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ucap Bahlil dikutip dari ANTARA.





