Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey di Jawa Barat rampung pada 2028 guna memitigasi risiko banjir kronis di wilayah Karawang dan Bekasi.
Langkah ini diambil menyusul catatan kerugian akibat banjir di hilir DAS Citarum yang mencapai Rp5,6 triliun dalam 7 tahun terakhir, atau setara beban rata-rata Rp800 miliar per tahun.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penyelesaian proyek ini mendesak untuk menekan risiko destruktif banjir yang mengancam kawasan industri dan pemukiman di dua wilayah penyangga Jakarta tersebut.
"Saya berharap bisa selesai paling tidak 2027–2028. Jika tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi," jelas Dody dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Pemerintah memproyeksikan operasional kedua bendungan ini mampu mereduksi banjir hingga 80% dan mengamankan potensi kerugian ekonomi senilai Rp16 triliun dalam jangka waktu 25 tahun.
Secara teknis, Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor dirancang setinggi 78 meter dengan kapasitas tampung 14,37 juta m3 guna mereduksi debit banjir sebesar 59,33% atau 172,94 m3/detik.
Baca Juga
- PTPP Update Proyek Bendungan Cibeet Rp1,81 Triliun, Realisasi Lampaui Target
- Pengusaha Minta Bendungan Cibeet Didanai Pemerintah
- Kementerian PU Bangun Sabo Dam Senilai Rp249,8 Miliar di Tanah Datar
Hingga 10 April 2026, progres fisik Bendungan Cijurey baru menyentuh angka 37,20% dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar 32,84%.
Sementara itu, Bendungan Cibeet disiapkan dengan kapasitas lebih jumbo mencapai 83,28 juta m3 untuk mengamankan area terdampak banjir seluas 5.822 hektare di hilir.
Akan tetapi, proyek Cibeet masih terkendala serius pada pengadaan tanah, di mana realisasi pembebasan lahan baru mencapai 7,9% dari total kebutuhan 1.700,26 hektare.
Selain fungsi kendali banjir, Cibeet juga diproyeksikan menyuplai air untuk Daerah Irigasi Tarum Barat seluas 7.800 hektare serta pengembangan irigasi baru seluas 1.036,97 hektare.
Kementerian PU mengklaim terus melakukan optimalisasi konstruksi dan koordinasi lintas sektor guna mengejar ketertinggalan target, terutama pada aspek pembebasan lahan yang masih rendah.
"Pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi komprehensif terhadap persoalan banjir yang berulang di kawasan Karawang dan Bekasi," pungkasnya.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F21%2F0a58b008-38b4-4995-b4f9-7249994d9028.jpg)

