Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan: Cukup hingga 11 Bulan ke Depan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai 4,7 juta ton dan menuju 5 juta ton.

Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan: Cukup hingga 11 Bulan ke Depan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai 4,7 juta ton dan menuju 5 juta ton. Angka itu disebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak Bulog berdiri.

Menurut Amran, capaian tersebut merupakan bagian dari gambaran besar ketahanan pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi kuat. Selain CBP, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor horeka (hotel, restoran, dan katering) tercatat mencapai sekitar 12 juta ton.

Baca Juga:
Transaksi SPPA Melonjak Drastis Jadi Rp1.382 Triliun, Mayoritas Berasal dari Repo

Sementara itu, potensi standing crop juga diproyeksikan terus menambah pasokan hingga akhir tahun.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga:
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ada Ancaman El Nino

Dia menegaskan, dengan posisi cadangan saat ini yang terus meningkat, Indonesia memiliki kesiapan yang cukup dalam menghadapi potensi krisis pangan global. Menurutnya, kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu menjadi alasan penting bagi setiap negara untuk memperkuat cadangan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Cadangan Beras Pemerintah Tembus Rekor Tertinggi, Capai 4,72 Juta Ton

“Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian. Bisa karena konflik, bisa karena kebijakan negara lain yang membatasi ekspor. Karena itu, kita harus memastikan produksi dalam negeri kuat dan cadangan kita cukup,” kata Amran.

Dia menilai, ketergantungan terhadap rantai pasok global yang rentan terganggu merupakan kelemahan struktural yang harus segera diatasi. Penguatan produksi domestik dan cadangan nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia semakin meningkat. Gangguan jalur logistik serta ketidakpastian perdagangan internasional dinilai berpotensi menekan pasokan dan memicu lonjakan harga pangan global.

Dalam konteks tersebut, Amran juga menyoroti inisiatif Rusia yang mendorong pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipasi krisis. Menurutnya, kerja sama antarnegara menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan global.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyimpanan Obat yang Benar. Bolehkah Obat Disimpan di Kulkas?
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Temui Emmanuel Macron di Istana Élysée Paris
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Membaca Makna di Balik Pertemuan RI dengan AS dan Rusia
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 65 Hari Ini Selasa 14 April 2026: Emran Siapkan Pernikahan Penuh Intrik
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Semakin Akrab dengan Robot Humanoid
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.