PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana memperluas lini bisnisnya dengan masuk ke sektor penyewaan generator berbasis hidrogen atau hydrogen fuel cell generator (HFCG).
"Perseroan berencana untuk menyediakan jasa sewa generator hydrogen fuel cell (HFCG) sebagai salah satu kegiatan usahanya," tulis keterangan dari PGEO dalam laporan studi kelayakan, Rabu (15/4).
Untuk merealisasikan rencana itu, PGEO akan menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 77395 yang mencakup penyewaan mesin dan peralatan pertambangan, serta penggalian. Penambahan ini juga dikategorikan sebagai perubahan kegiatan usaha sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan hasil kajian, rencana ekspansi PGEO dinilai layak dari berbagai aspek. Secara pasar, bisnis penyewaan HFCG disebut memiliki prospek yang menjanjikan. Dari sisi teknis, perseroan dinilai memiliki kesiapan sumber daya dan kapasitas operasional untuk menjalankan usaha baru tersebut.
"Berdasarkan kajian analisis atas kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan, maka disimpulkan bahwa rencana perseroan adalah Layak untuk dilaksanakan," tulis penilai dalam laporan.
Dari sisi finansial, proyek ini juga menunjukkan indikator positif. Nilai Net Present Value (NPV) tercatat Rp 6,40 miliar, dengan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 110,83 persen atau jauh di atas biaya modal (WACC) sebesar 10,49 persen.
Sementara itu, periode pengembalian investasi diperkirakan kurang dari dua tahun, tepatnya 1 tahun 11 bulan, serta profitability index mencapai 6,93 kali.
Kajian juga mencatat asumsi margin sebesar 20 persen dalam rencana bisnis masih berada dalam rentang kewajaran berdasarkan studi pembanding, yakni antara 6,00 persen hingga 23,52 persen.





