Sebanyak 3.830 jemaah calon haji di Yogyakarta akan berangkat tahun ini, Rabu (15/4). Jemaah tertua berusia 102 tahun 3 bulan dan jemaah termuda berusia 14 tahun 2 bulan.
"Jemaah termuda atas nama Vania Ulayya umurnya 14 tahun 2 bulan. Pekerjaan pelajar, kloter 09 YIA. Keterangan penggantian atau pelimpahan porsi haji orang tua yang meninggal," kata Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, saat Pamitan Jemaah Haji DIY di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (15/4).
Sementara jemaah tertua atas nama Mardijiyono Karto Sentono yang juga berasal dari Kabupaten Bantul.
"Umur 102 tahun lebih 3 bulan," katanya.
Pada tahun ini, Jauhar mengatakan terdapat lima jemaah yang usianya di atas 91 tahun.
"Usia 91 sampai 105 tahun ada lima jemaah," katanya.
Berdasarkan jenis kelamin, jemaah pria berjumlah 1.757 orang, sementara jemaah wanita berjumlah 2.090 orang.
Jemaah haji di DIY terbagi dalam 11 kloter. Sebanyak 10 kloter masuk gelombang 1 yang akan langsung mendarat di bandara di Madinah. Kloter pertama akan terbang pada 21 April pukul 23.40 WIB.
Sementara satu kloter gabungan dengan Jawa Tengah masuk dalam gelombang 2 yang akan mendarat di Jeddah.
Semua jemaah haji dari DIY akan diberangkatkan dari embarkasi baru, yaitu Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), satu-satunya embarkasi yang berbasis hotel di Indonesia.
"Jadi kalau hotel kan memang tidak didesain untuk asrama haji, untuk embarkasi. Maka kemudian kita mengadakan simulasi sampai dua kali kemarin dan juga hal-hal teknis yang lain kita menyusun SOP, alur, flow agar hotel yang kita tunjuk sebagai embarkasi bisa kita gunakan untuk layanan embarkasi," katanya.
Satu hotel, yakni Hotel Ibis YIA, disterilkan untuk jemaah haji. Kemudian Hotel Novotel digunakan untuk pendukung kantor Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
"Ibis kita sterilkan dari dunia luar. Hanya untuk jemaah haji maupun satgas," katanya.
Embarkasi ini akan melayani 9.320 jemaah haji dengan 26 kloter, yang tidak hanya terdiri dari DIY tetapi juga jemaah haji asal Jawa Tengah dari eks Karesidenan Kedu.





