Menteri Haji dan Umrah RI Mochmmad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan biaya penerbangan haji akibat lonjakan harga avtur. Pemerintah diminta memastikan tambahan biaya tersebut tidak dibebankan kepada jemaah.
Gus Ifan menjelaskan bahwa dinamika biaya penerbangan sempat menjadi isu krusial dalam persiapan haji tahun ini. Ia menyebut, dalam kurun waktu sekitar 10 hari terakhir, pihaknya menghadapi permintaan penyesuaian biaya dari maskapai.
"Isu-isu aktual yang ingin saya sampaikan, isu biaya penerbangan. Bapak-bapak sekalian, 10 hari yang lalu adalah 10 hari yang sangat-sangat krusial bagi kami karena tiba-tiba Garuda minta perubahan harga dari penerbangan jamaah haji," ujar dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (15/4).
"Waktu itu kita juga menanyakan ke Saudi ‘Ini Garuda minta tambahan, Saudi enggak ya?’. ‘Enggak’ alhamdulillah enggak waktu itu Saudi katakan. Ternyata tiba-tiba juga Saudi juga minta tambahan karena avtur-nya naik," tambahnya.
Ia mengungkapkan, tambahan biaya yang muncul dari dua pihak tersebut cukup signifikan dan sempat membuat pemerintah harus bergerak cepat mengambil keputusan.
"Tambahan biaya yang diperlukan untuk kedua penerbangan ini hampir sekitar Rp 1,77 triliun. Ya karena kita juga agak kelabakan ini segera kami lapor kepada Presiden," lanjutnya.
Menanggapi situasi tersebut, Gus Irfan menuturkan, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas agar kepentingan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
"Presiden mengatakan apa pun yang terjadi penambahan ini jangan dibebankan kepada jamaah," pungkasnya.





