KOMPAS.TV - Seorang nenek penjual tempe di Kulonprogo, Yogyakarta, akhirnya akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.
Keinginannya menuju Tanah Suci terwujud dengan menyisihkan uang hasil berjualan tempe di pasar tradisional selama 40 tahun.
Ketekunan dan kesabaran berbuah manis bagi Kasidah, penjual tempe warga Padukuhan Tiga Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Berkat niat dan keteguhan hatinya, nenek tiga orang anak dan lima orang cucu ini segera berangkat ke Tanah Suci dengan bermodal tabungan dari jualan tempe kedelai selama 40 tahun.
Kasidah yang berusia 70 tahun, setiap harinya ia berjualan tempe di Pasar Kelurahan Panjatan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Meski tak lagi muda, Mbah Kasidah tetap semangat mencari nafkah.
Berawal pada tahun 2012 saat Kasidah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji, dan setelah menanti belasan tahun, ia akhirnya akan segera menginjakkan kaki di Tanah Suci tahun ini.
Selain berjualan tempe, Kasidah juga mengandalkan hasil panen dari lahan sawah seluas dua ribu meter persegi yang ia miliki, yang digarap anak-anaknya. Niat mulia Kasidah beribadah haji turut dibantu anak, menantu, dan cucunya, yang tak jarang ikut menyisihkan sebagian penghasilan mereka demi membantu Kasidah menabung.
Kasidah akan menuju Tanah Suci bersama calon jemaah haji kloter satu embarkasi Yogyakarta. Ia akan diberangkatkan pada 21 April 2026 dari Yogyakarta International Airport, Kulon Progo.
#calonhaji #haji #ibadahhaji
Baca Juga: Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji 2026, Jemaah Calon Haji Divaksin | KOMPAS SIANG
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- haji
- calon haji
- ibadah haji





