IMF Puji Stabilitas Ekonomi RI, BI Sebut Perkuat Presepsi Positif Investor

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

International Monetary Fund (IMF) menilai Indonesia konsisten menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat.

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menilai Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, sekaligus mempertahankan momentum ekonomi melalui dukungan permintaan domestik yang solid.

Disiplin dalam mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan investor global.

Selain itu, respons kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan dinilai mampu meredam dampak tekanan global.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menjelaskan penilaian IMF itu memperkuat persepsi positif investor terhadap ekonomi Indonesia.

Bank Indonesia, kata dia, terus melakukan sosialisasi kepada investor global untuk menegaskan bahwa ekonomi domestik tetap berada di jalur yang tepat.

Menurut Anton, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan yang tetap solid, inflasi yang terjaga dalam kisaran sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal,” kata Anton dalam keterangan resminya, Rabu (15/4).

Lebih lanjut, Bank Indonesia menegaskan bahwa respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional. Pendekatan yang digunakan adalah bauran kebijakan terintegrasi yang mengombinasikan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

Di tengah ketidakpastian global, Bank Indonesia juga menekankan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui pendekatan yang fleksibel namun tetap terukur.

"Penguatan instrumen moneter dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik, sementara pengelolaan likuiditas diarahkan secara hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," tulis keterangan tersebut.

Sinergi dengan pemerintah turut menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas kebijakan nasional. Komitmen untuk mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen PDB serta realokasi belanja ke sektor produktif dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi dalam jangka menengah.

Selain itu, Indonesia juga terus mendorong transformasi struktural menuju ekonomi dengan nilai tambah lebih tinggi, antara lain melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan sektor berbasis teknologi.

Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya memiliki daya tahan ekonomi yang baik, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sandiaga Uno Ungkap Pentingnya Inovasi Berkaca pada Bisnis Nokia dan Blackberry
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Clash of Legends dekatkan penggemar dan legenda sepak bola dunia
• 15 menit laluantaranews.com
thumb
Domino Bertransformasi Jadi Sport Tourism, Ekonomi Lokal Sidrap Meningkat
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
TransJakarta Kaji Elektrifikasi Mikrotrans
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanpa Nama dan Alamat, Ini Cara Baru Cek Pencairan Bansos Tahap II April 2026
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.