Pemerintah Kota Surabaya menegaskan efektivitas penerapan work from home (WFH) setiap Jumat, sekaligus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) beralih ke transportasi ramah lingkungan dan kendaraan listrik.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, WFH mengikuti aturan pemerintah pusat itu berjalan efektif. Para pejabat struktural seperti kepala perangkat daerah (PD), kepala bidang (kabid), hingga ketua tim kerja (katimja) tetap masuk kerja.
“Kita sudah melakukan WFH, para pejabat struktural tetap masuk kerja, tetapi ruang kerja kita satukan agar penggunaan listrik dan air bisa ditekan. Dan akan kami hitung di akhir bulan,” kata Eri, Rabu (15/4/2026).
Atas dasar efektivitas itu, Pemkot Surabaya mewajibkan ASN memakai kendaraan listrik atau transportasi umum setiap Selasa dan Jumat bagi yang masuk ke kantor.
“Alhamdulillah, penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik sudah berjalan. Kami juga melakukan pengawasan dengan mewajibkan laporan, serta bukti pembayaran penggunaan transportasi umum dari masing-masing pegawai dari tiap PD,” katanya.
Kebijakan ini menurutnya bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menekan tingkat polusi dan mendorong pola hidup sehat di kalangan ASN.
“Hasil sementara menunjukkan kebijakan ini berjalan baik dan mulai mengubah kebiasaan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum maupun kendaraan listrik,” imbuhnya.
Kendaraan operasional juga dialihkan ke listrik targetnya Mei 2026, dengan total 80 unit yang saat ini diproses lelang.
“Karena itu, kami berkomitmen melelang kendaraan dinas, baik sepeda motor maupun mobil, yang sebelumnya belum terlepas. Targetnya, seluruh kendaraan dinas beralih ke listrik pada Mei 2026,” tuturnya.
Ia meminta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk mempercepat lelang.
“Saya kemarin juga ke KPKNL meminta supportnya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” jelasnya. (lta/saf/ipg)




