ACEH, DISWAY.ID — Upaya pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan progres yang signifikan. Hal tersebut dipaparkan oleh Kaposko Wilayah Aceh, Safrizal ZA, dalam dialog eksklusif bersama Kompas TV Aceh dan SagoeTV, Senin (13/4/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Safrizal menegaskan bahwa roda pemerintahan di wilayah terdampak kini telah kembali stabil. Layanan publik sudah beroperasi normal, dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi tanpa kendala.
BACA JUGA:Kaposwil Aceh Safrizal Pastikan Progres Pembersihan Lumpur Terus Dilakukan
BACA JUGA:HUT ke-78 Sumatera Utara, Ini Daftar Lengkap 21 Gubernur dari Masa ke Masa
“Pemerintah hadir dan bekerja. Konsistensi ini krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan,” tegas Safrizal.
Lebih lanjut, beliau merinci berbagai indikator kemajuan yang mencakup aspek infrastruktur hingga lingkungan. Pemulihan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan konektivitas antarwilayah kini menjadi prioritas utama.
Juga program pembersihan sisa material melalui skema cash for work bahkan dinilai memberikan dampak ganda: mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menjadi stimulan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di saat yang sama, percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) terus dipacu guna memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak.
BACA JUGA:Kulit Kerang yang Menggunung di Cilincing Bakal Disulap Jadi Paving Block
Pada sektor sosial dan ekonomi, aktivitas belajar-mengajar dilaporkan telah kembali normal. Hal ini dibarengi dengan langkah penguatan ekonomi lokal serta distribusi bantuan yang diklaim semakin efektif dan tepat sasaran.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Safrizal juga menyoroti pentingnya stabilitas kepemimpinan dalam masa transisi.
Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, ia dinilai berhasil menjaga kondusivitas daerah, mulai dari mengawal transisi politik dalam Pilkada hingga mendukung integritas akademis di Universitas Syiah Kuala melalui perannya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi adalah kunci agar setiap kebijakan pemulihan berbasis pada data dan benar-benar tepat sasaran.
BACA JUGA:Jadi Keynote Speaker, Wamen Christina Dorong Penguatan Pelindungan Awak Kapal Perikanan Migran
Menutup dialog tersebut, Safrizal mengakui bahwa tantangan yang dihadapi memang besar. Namun, beliau menekankan bahwa kata "berat" bukanlah sebuah keluhan, melainkan pengingat akan besarnya tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
- 1
- 2
- »





