Anak Meisya Siregar, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, mengalami penyakit . Trombositnya turun hanya 3 ribu mikroliter, jauh dari batas normal, 150-450 ribu mikroliter.
Menurut Meisya, penyakit ini datang tiba-tiba dengan gejala ringan tapi bisa mematikan, karena sistem kekebalan tubuh bisa menghancurkan trombosit yang sehat. Penyakit ini rentan menyerang di segala usia.
Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan dari ahlinya di bawah ini.
Apa Itu Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)?Dokter spesialis anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, menjelaskan Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah suatu gangguan autoimun, di mana sistem imun tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit (sel darah yang berfungsi untuk menunjang proses pembekuan darah). Akibatnya, jumlah trombosit menjadi rendah sehingga anak lebih mudah mengalami perdarahan.
ITP bisa terjadi pada semua kelompok usia mulai dari dewasa hingga anak-anak. Tapi pada anak, namun lebih sering terjadi di usia 2-6 tahun.
“Biasanya pada anak usia 2-6 tahun akan terjadi beberapa minggu setelah infeksi virus dan cenderung lebih ringan dan sembuh total dibanding orang dewasa, karena pada usia dewasa ITP bisa bersifat kronik,” jelas dr. Nitish pada kumparanMOM, Selasa (14/4).
Adapun tanda-tanda yang dapat terlihat pada anak jika terinfeksi ITP sebagai berikut:
1. Mudah memar tanpa sebab jelas
2. Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit
3. Sering mimisan atau gusi mudah berdarah
4. Luka kecil yang sulit berhenti berdarah
“Pada kondisi jarang juga bisa terjadi perdarahan berat, seperti perdarahan saluran cerna atau otak,” tambah dr. Nitish.
Namun, hingga kini belum ada penyebab jelas kenapa ITP bisa terjadi sehingga belum ada pencegahan secara spesifik. Yang bisa dilakukan adalah terapi kortikosteroid atau imunoglobulin yaitu dengan cara memasukkan antibodi dari plasma darah lewat infusan.
“Kabar baiknya, pada anak, ITP hanya bersifat sementara dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan dan tidak semua anak yang terinfeksi membutuhkan obat. Terapi obat dilakukan jika trombositnya sangat rendah atau ada pendarahan,” ujar dr. Nitish.
Jadi tidak semua anak yang terinfeksi ITP harus melakukan pengobatan jangka panjang ya, Moms. Namun hal ini tetap ditentukan dan dipantau oleh dokter.





