K-Pop Jadi Ladang Cuan Gen Z, Bangun Komunitas hingga Miliki Merchandise

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi seorang penggemar musik Korea (Kpopers) bukan lagi sekadar soal mengidolakan artis atau mengoleksi album, namun jauh lebih dari itu.

Di balik euforia konser dan hiruk-pikuk fandom, tumbuh peluang menjanjikan bagi para Generasi Z (Gen Z) yang bisa memanfaatkannya.

Kecintaan pada K-Pop perlahan bertransformasi menjadi sumber cuan yang menjanjikan untuk sebagian orang.

Kreativitas dan solidaritas antar penggemar pun menjadi modal utama, membuktikan bahwa hobi bisa berkembang menjadi ladang rezeki yang tak terduga.

Hal itulah yang dialami perempuan bernama Yohana Indah (27), seorang Kpopers yang sudah mulai menyukai musik-musik Korea sejak duduk di kelas enam Sekolah Dasar (SD).

"Sejak SD kelas enam. Awalnya, muncul musik video K-Pop diputar di salah satu stasiun TV, tapi saat itu masih belum kepincut, cuma oh tahu aja," ungkap Yohana ketika diwawancarai Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Perjuangan Gen Z Nonton Konser K-Pop: Nabung Mati-matian hingga Kerja Sampingan

Semakin lama, musik video K-Pop makin sering diputar di televisi dan YouTube, sehingga mulai disukai banyak orang, termasuk teman-teman Yohana.

Akhirnya, ia pun penasaran untuk mencari tahu lebih jauh mengenai lagu-lagu Korea dan juga penyanyinya.

Sampai akhirnya, Yohana terus terbawa arus hingga saat ini.

Dulu wanita yang akrab disapa Yoyo itu menggemari banyak idol Korea, namun saat ini hanya Boyband Seventeen saja.

Pada awalnya, Yoyo hanya menyukai lagu-lagu Boyband Seventeen saja, namun lama-lama juga menyukai personelnya.

Rasa suka itu muncul karena Yoyo tak sengaja menonton konten YouTube Seventeen dan merasa para personelnya sangat menghibur.

Sampai akhirnya, ia pun ketagihan dan masuk ke dalam fandom Seventeen sampai di hari ini.

Membuat komunitas sendiri

Yoyo bercerita, saking mengidolakan idol Korea, ia sampai membangun komunitas sendiri yang aktif membuat berbagai event.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Awal terbentuknya komunitas ini berasal dari ketidaksengajaan, karena Yoyo dan empat orang lainnya ingin main watersport di Bogor Aqua Game.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu RI: Izin Resmi Overflight Clearance AS Belum Berlaku dan Masih Dikaji
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Sebut IMF hingga Bank Dunia Apresiasi Strategi Fiskal Indonesia
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Kesempatan Terakhir Megawati Hangestri Menuju Grand Final
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp 1,4 M ke 8 Kabupaten/Kota di Sultra
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Eksklusif! Miljan Radovic Buka-Bukaan Insiden Percobaan Pemukulan yang Dialami saat Melatih Persib pada 2019
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.