Tangis Ibu Saat Koper PMI yang Tewas di Korsel Tiba di Rumah: Ada Barang Hilang

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Tangis Tetty Herawati Napitupulu (42) pecah saat barang-barang anaknya, Reza Valentino Simamora (21), yang tewas karena kecelakaan kerja di Korea Selatan, tiba di rumahnya.

Reza meninggal dunia saat bekerja di kapal di perairan laut lepas di Korea Selatan pada 23 September 2025. Kakinya terikat tali sling hingga dirinya terlempar ke laut dan tenggelam.

Reza merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi dari Indonesia melalui skema G to G (Government to Government) di bawah naungan pemerintah Indonesia.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara mengantarkan barang-barang milik Reza ke kediamannya di Jalan Dame, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, pada Rabu (15/4).

Pihak keluarga pun menerima kotak berisi barang-barang Reza. Namun, kondisi koper sudah terbuka dan pembungkus koper tersebut sudah rusak.

Saut Tarulitua Simamora, ayah Reza, beranggapan bahwa koper tersebut diduga kuat telah dirusak dan beberapa pakaian kerja serta dua handphone (HP) dan paspor milik Reza tidak ada di dalam koper tersebut.

"Dua HP anak saya atas nama almarhum Reza Valentino Simamora tidak ada di tas yang sudah dipulangkan dan disampaikan kepada orang tua. Ini masih utuh sewaktu temannya mengantarkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea, saya kecewa," kata Saut saat ditemui di kediamannya.

Saut menduga bahwa barang-barang anaknya telah hilang dan dirinya meminta pertanggungjawaban kepada Direktur Jenderal Pelayanan dan Direktur Jenderal Penempatan atas barang-barang anaknya.

"Diduga keras tadi sudah terbongkar. Beda sama ini (foto awal saat packing koper yang dikirim teman Reza). Saya kecewa ini. Dirjen Pelayanan dan Dirjen Penempatan harus dicopot. Ingat, saya akan melaporkan Anda ke Komnas HAM, Ombudsman, dan Presiden. Ini diacak-acak tas anak saya yang sudah meninggal. HP anak saya hilang dua, Samsung dan Redmi," jelas Saut.

Pada kesempatan yang sama, Enceng Supiyanto, tim perlindungan BP3MI Sumut, mengatakan bahwa pengantaran barang milik Reza terkendala karena proses pengirimannya melalui kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

"Dua hari yang lalu sampai di kantor kami. Dapat informasi harus disampaikan langsung ke keluarga Reza. Kami ditugaskan pimpinan untuk menyampaikannya hari ini. (Kendala) karena proses pengirimannya melalui kapal laut," ujar Enceng.

BP3MI Akan Cek ke Kargo Terkait Barang Milik Reza yang Hilang

Riansah Manalu, Staf Penelaah BP3MI Sumut, menjelaskan pihaknya akan menelusuri barang milik Reza yang hilang di dalam koper tersebut.

"Tadi kita lihat barang-barang di situ, kotaknya tadi kita sama-sama buka bersama dengan pihak keluarga. Untuk koper memang ada dalam posisi terbuka saat kita lihat. Kalau memang ada barang yang tidak ada di koper itu, nanti kita bisa tanyakan ke pihak kargo dan juga pihak KBRI," imbuh Riansah.

"Itu yang kita bantu untuk telusuri ke pihak kargo dan KBRI terkait dengan barang-barang ini, kemarin isinya apa. Kalau kami yang di sini bertugas hanya mengantarkan barangnya. Dan posisinya memang sudah seperti ini, jadi tidak ada sama sekali dibuka," sambung Riansah.

Hak Asuransi dan Gaji Belum Dibayarkan

Saut menjelaskan bahwa hingga saat ini hak asuransi dari perusahaan Korea Selatan dan sisa gaji anaknya juga belum dibayarkan. Sisa gaji Reza dari tanggal 1 September hingga 23 September 2025 belum diterima keluarga.

"Sangat lambat, ada permainan kita duga. Saya sebagai orang tua menduga, masa asuransi Korea Selatan bertele-tele? Masa Indonesia duluan, tidak sampai sebulan sudah cair BPJS," kata Saut.

Sebelumnya, jenazah Reza ditemukan pada 27 September 2025. Terdapat luka di sekitar dadanya. Jenazahnya tiba di kediamannya pada 5 Oktober 2025.

Reza berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025 untuk bekerja di kapal penangkap ikan milik PT Garamho. Sebelum berangkat, ia lebih dulu menyelesaikan kursus bahasa Korea selama empat bulan di Lembaga Pelatihan Kerja di Karanganyar, Semarang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadir dalam FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan RI
• 7 jam laludisway.id
thumb
Mengurai Deadlock Perundingan Damai Iran-Amerika Serikat
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Keren! Universitas Prasetiya Mulya Raih AACSB Global Impact Award
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Pimpinan Redaksi Juang News Protes Keras Kebijakan Kerja Sama Media Pemkab Bireuen
• 56 menit lalurealita.co
thumb
Kadin Jatim Dorong Demand-Driven Research untuk Perkuat Industri
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.