Menkes: Ada 10% Orang Kaya Terima PBI BPJS, Akan Dialihkan

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bersumber data BPS.

Usai ditinjau bersama Kemensos dan Kemendagri, terjadi anomali dari data tersebut karena ditemukan 10 persen orang kaya di RI menerima PBI BPJS.

“Dengan adanya perapihan data oleh BPS yang tersentralisasi ini—duduk antara Kemendagri, Kemensos, dan Kemenkes—kita melihat ada anomali. Bahwa uang yang kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk 50% orang termiskin. Ada juga yang 10% orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS,” ujar Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Rabu (15/4).

“Sebagai contoh, PBI yang dibayarkan Kemenkes, itu masih ada dari 96 jutaan itu 47 ribu yang kurang tepat sasaran,” tambahnya.

Ia pun mengungkap, Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa, sempat masuk menjadi penerima PBI BPJS Kesehatan.

“Saya kalau saya boleh bercanda sedikit, Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, gitu ya, pernah ya,” ucap Budi.

“Nah, kemudian misalnya PBU Pemda, itu ada juga 35 juta yang kita identifikasi berdasarkan data BPS yang kurang tepat sasaran. Kemudian PBU BP Kelas 3 itu juga ada 11 juta yang kurang tepat sasaran,” tambahnya.

Jatah PBI untuk orang-orang kaya itu menurut Budi, akan dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Nah, pemerintah melihat bahwa demi keadilan, angka-angka yang kurang tepat sasaran ini mau kita alihkan ke yang lebih membutuhkan. Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangin yang Desil 10, yang 10% terkaya, kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5,” jelas Budi.

“Karena kita masih melihat masih ada lumayan besar nih, puluhan juta dari data 159 juta tadi yang belum tepat sasaran,” tambahnya.

Kini, menurut Budi, data-data lintas kementerian sedang diintegrasikan.

“Jadi intinya pemerintah, begitu sudah ada integrasi data-data ini, kita ingin mendistribusikan PBI ini ke orang yang berhak, berbasiskan data BPS tadi. Dan itu jumlahnya lumayan besar sehingga kita bisa realokasikan ke orang yang lebih berhak,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keren! Universitas Prasetiya Mulya Raih AACSB Global Impact Award
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Obati Rindu Fans, Yesaya Abraham Foto Dengan Standee Adhisty Zara
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pesan Ketum PBSI untuk Fajar Alfian dan Putri KW Sebagai Kapten Tim Bulu Tangkis Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026: Camkan Itu!
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemensos dan BPS Pemutakhiran DTSEN Guna Penyaluran Bansos Tepat Sasaran 
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Kemlu Tanggapi Usulan Kerja Sama Overflight Clearence dengan AS: Harus Hormati Kedaulatan Nasional
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.