Kota Meksiko (ANTARA) - Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan negara-negara Eropa dan Amerika Latin untuk mengikuti langkah Italia menangguhkan perjanjian pertahanan dengan Israel di tengah konflik Timur Tengah.
Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan penangguhan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel.
"Perdana Menteri Italia telah memutuskan menangguhkan perjanjian dengan Israel. Saya mendukung keputusan ini dan mengusulkan seluruh negara Eropa dan Amerika Latin mengikuti langkah itu untuk mencegah agresi di Timur Tengah," ujar Petro di platform X, Selasa (14/4).
Petro menekankan bahwa dialog antar-peradaban mengarah pada perdamaian, sedangkan serangan roket berujung pada kehancuran umat manusia.
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat memulai perundingan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.
Pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal yang membayar pungutan kepada Iran untuk melintas di jalur pelayaran tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Presiden Kolombia: Membiarkan genosida di Gaza adalah anti-kemanusiaan
Baca juga: Kolombia kecam media yang bungkam atas genosida Israel di Gaza
Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan penangguhan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel.
"Perdana Menteri Italia telah memutuskan menangguhkan perjanjian dengan Israel. Saya mendukung keputusan ini dan mengusulkan seluruh negara Eropa dan Amerika Latin mengikuti langkah itu untuk mencegah agresi di Timur Tengah," ujar Petro di platform X, Selasa (14/4).
Petro menekankan bahwa dialog antar-peradaban mengarah pada perdamaian, sedangkan serangan roket berujung pada kehancuran umat manusia.
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat memulai perundingan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.
Pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mulai memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal yang membayar pungutan kepada Iran untuk melintas di jalur pelayaran tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Presiden Kolombia: Membiarkan genosida di Gaza adalah anti-kemanusiaan
Baca juga: Kolombia kecam media yang bungkam atas genosida Israel di Gaza




