JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu, mengungkap rencana pemberian beasiswa bagi anak-anak korban kebakaran kantor perusahaan pada 9 Desember 2025.
Beasiswa tersebut direncanakan diberikan kepada anak dari karyawan yang tewas dalam peristiwa yang menewaskan 22 orang itu. Beasiswa rencananya diberikan untuk anak yang orangtuanya tewas akibat kebakaran.
"Saat ini baru terpikir oleh saya itu menggalang tim beasiswa untuk keluarga yang ditinggalkan apabila memiliki anak," ujar Michael pada sidang kasus kebakaran Terra Drone di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Sertifikat Laik Fungsi Gedung Terra Drone Ternyata Sudah Kedaluwarsa sejak 2020
"Dan untuk kompensasi, komunikasi akan terus berlangsung," ucap dia.
Michael pun menyampaikan, jika pihak keluarga ada yang membutuhkan santunan di kemudian hari dan dapat dipenuhi oleh perusahaan, agar segera dikomunikasikan. Michael juga berjanji akan memperbaiki komunikasi dengan pihak keluarga korban.
Khususnya bagi mereka yang sedang mengurus santunan untuk keluarga. Ia pun meminta maaf jika komunikasi keluarga korban dengan manajemen perusahaan sempat sulit dilakukan.
"Selama ini kami menghubunginya untuk istrinya, kami akan memperbaiki dan juga ingin menjembatani juga. Mohon kiranya Bapak Ibu berkenan untuk memaafkan kami," katanya.
Minta maaf ke orangtua korbanDalam kesempatan tersebut, Michael Wishnu juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para orangtua korban tewas akibat kebakaran kantor Terra Drone.
Permintaan maaf secara langsung tersebut merupakan yang perdana dilakukan oleh Michael Wishnu terhadap keluarga korban.
"Saya ingin menyampaikan bela sungkawa dan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas terjadinya peristiwa ini," ujar Michael dalam pembukaan permintaan maafnya.
Ia mengatakan, kebakaran kantornya pada 9 Desember 2025 lalu membuka kesedihan dan menimbulkan beban berat bagi keluarga besar PT Terra Drone Indonesia. Pasalnya, Terra Drone harus kehilangan 22 orang karyawan yang tewas akibat kebakaran.
Baca juga: Diduga karena Asap Beracun, Hidung Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Masih Berdarah
"Atas empati tersebut, kami berupaya memang untuk meringankan beban Bapak Ibu sekalian. Namun mohon dimengerti memang kami memiliki keterbatasan," ujar dia.
Michael menyatakan, ia dan jajaran manajemen berharap agar keluarga korban yang meninggal mau memaafkan.
Dakwaan Michael WishnuDiberitakan sebelumnya, kasus kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran kini sudah masuk ke tahap persidangan.
Juru Bicara PN Jakarta Pusat Andi Saputra mengatakan, persidangan perdana kasus kebakaran Gedung Terra Drone digelar pada 11 Maret 2026. Kemudian sidang kedua digelar pada 1 April 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi.





