Portofolio Farmasi Terkuat Bayer & Pipeline Menjanjikan Pertumbuhan di Masa Depan

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Manajemen Bayer AG sekaligus Presiden Divisi Farmasi Stefan Oelrich memaparkan bagaimana fokus berkelanjutan pada prioritas sains dan bisnis menjadi penggerak utama target pertumbuhan perusahaan menuju 2030 pada acara Bayer Pharma Media Day 2026.

“Dengan fokus yang tak tergoyahkan pada prioritas strategis dan ketelitian ilmiah, kami mulai melihat hasil dari strategi transformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan,” kata Stefan dalam siaran persnya, Rabu (15/4).

BACA JUGA: Fakultas Farmasi USD Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 200 Warga

Berkat portofolio farmasi terkuat yang pernah dimiliki, pipeline multimodal, dan model operasional yang makin didukung kecerdasan buatan (AI), Bayer berada di jalur yang tepat untuk kembali bertumbuh di kisaran menengah satu digit mulai 2027, serta memperluas margin mulai 2028 hingga mencapai 30 persen pada 2030.

Christine Roth, Executive Vice President, Global Head of Product Strategy and Commercialization, serta Anggota Pharmaceuticals Leadership Team Bayer, menyampaikan pihaknya bertekad menjadi yang pertama atau terbaik di kelasnya, karena pasien berhak mendapatkan yang terbaik.

BACA JUGA: Dorong Kemandirian Farmasi Nasional, Fitofarmaka Harus Masuk JKN

“Keputusan-keputusan berani yang kami ambil dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh tim yang mumpuni, dan telah terbukti mempercepat inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi pasien maupun bagi Bayer,” ujar Christine.

Strategi ketat untuk merevitalisasi pipeline melalui aset-aset yang inovatif dan terdiferensiasi mulai menunjukkan potensinya, tercermin dari kinerja rekor pada 2025: tiga persetujuan produk baru, dua perluasan indikasi untuk penggerak pertumbuhan, serta enam hasil positif uji klinis Fase III.

BACA JUGA: Hari Farmasi Sedunia: Hexpharm Jaya Dorong Ketersediaan Obat Generik Berkualitas

Pada 2026, Bayer menargetkan sejumlah tonggak penting yang kian memvalidasi strategi impact-by-innovation, termasuk pengobatan presisi di area inti kardiovaskular dan onkologi, terapi sel dan gen regeneratif, serta pencitraan molekuler.
 
Obat molekul kecil (small molecule) tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghadirkan terapi berdampak tinggi karena mudah diakses, dapat diprediksi, dan dapat diskalakan secara global.

Pihaknya juga tengah mengembangkan terapi oral untuk kanker dan penyakit imunologi yang menargetkan pendorong penyakit yang sebelumnya dianggap tidak dapat ditargetkan obat (undruggable), yang dimungkinkan oleh platform skrining kemoproteomik.

Dengan tiga molekul yang dikembangkan secara internal kini berada dalam pengembangan klinis, pihaknya berfokus mewujudkan pekerjaan ini menjadi obat-obatan baru yang berpotensi mentransformasi bagi pasien.

Dengan menggabungkan platform Adeno-Associated Virusterintegrasi milik AskBio mulai dari inovasi kapsid hingga manufaktur dengan kapabilitas pengembangan dan operasional global Bayer, pihaknya sedang bekerja untuk mengembangkan obat-obatan yang berpotensi mentransformasi kehidupan pasien, baik pada penyakit langka maupun penyakit yang lebih umum.

Untuk penyakit yang ditandai dengan kehilangan sel yang tidak dapat dipulihkan, pengobatan regeneratif menawarkan pendekatan yang secara mendasar baru. Pihaknya membawa terapi sel baru ke tahap pengembangan klinis, disertai manufaktur yang dapat diskalakan dan dapat direproduksi.

Pencitraan medis berkembang pesat menjadi semakin personal dan semakin terintegrasi dalam perjalanan perawatan pasien. Bayer pun memelopori inovasi yang mendorong evolusi ini, mulai dari agen kontras dosis rendah dan alur kerja yang lebih cerdas serta terhubung, hingga pendekatan molekuler yang baru.

Dengan memungkinkan diagnosis yang lebih dini dan lebih akurat, Bayer memberdayakan klinisi untuk memilih terapi yang tepat dan meningkatkan perawatan bagi pasien.

Dengan mengintegrasikan arsitektur platform AI dengan data berorientasi pasien yang telah dianonimkan, para ilmuwan data di Bayer dapat memaksimalkan portofolio biologis internal, memvalidasi model AI, dan menskalakan solusi yang pada akhirnya mempercepat penemuan obat.

Kemitraan strategis Bayer dengan organisasi seperti Vanderbilt University Medical Center di AS, FinnGen di Finlandia, dan PRECISE di Singapura memanfaatkan ekosistem global yang menggabungkan data anonim dan analitik berbasis AI, sehingga mempercepat penemuan obat di area-area penting seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal.

Bayer juga baru-baru ini menandatangani kemitraan dengan Cradle, perusahaan dengan platform yang dirancang untuk mempersingkat lini masa pengembangan serta mendorong molekul berkualitas lebih tinggi ke tahap pengembangan klinis dengan kecepatan dan presisi yang lebih besar. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingin Berkontribusi di Bidang Farmasi, Unika Atma Jaya Luncurkan Pusat Penelitian CPNRP


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trailer Insidious: Out of The Further Dirilis, Siap Tayang Agustus Mendatang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat, Mensos Ingatkan Anti Titipan
• 16 jam laludetik.com
thumb
Legenda Bicara! Max Timisela Yakin Persib Bandung Bisa Ukir Sejarah Baru
• 9 menit lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Masuk Bisnis Sewa Generator Berbasis Hidrogen
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Baleg DPR Revisi Prolegnas Prioritas 2026, Tambah 5 RUU Baru
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.