Presiden Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan luar negeri Prabowo ke Rusia dan Prancis.
"Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah melakukan lawatan singkat selama dua hari ke dua negara adidaya dunia, yaitu Rusia dan Prancis, pada 13-14 April 2026. Kedua negara tersebut merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta memiliki kekuatan besar di bidang ekonomi dan sumber daya energi," ucap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Teddy menyampaikan bahwa pertemuan empat mata di antara kedua kepala negara berlangsung dalam hangat dan produktif selama lebih dari dua jam. "Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron berlangsung selama lebih dari dua jam di Istana Élysée, Paris," tutur Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Teddy menjelaskan bahwa kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia-Prancis di berbagai sektor prioritas. Fokus pembahasan mencakup pengembangan kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan.
"Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang," jelas Teddy.
Hubungan personal Prabowo dan Macron disebut menjadi fondasi penting dalam mempererat kemitraan kedua negara. Teddy menuturkan bahwa kedekatan tersebut telah terjalin sejak Prabowo menjabat menteri pertahanan.
"Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini," ujar Teddy.
(rfs/dhn)





