Delapan kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran dilaporkan telah dicegat oleh pasukan angkatan laut Amerika Serikat sejak blokade laut dimulai awal pekan ini. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ) pada hari Rabu (15/4), mengutip pejabat-pejabat AS.
Laporan tersebut muncul ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa AS telah menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut.
Dilansir Al Arabiya, Rabu (15/4/2026), WSJ melaporkan bahwa "pasukan angkatan laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran sejak dimulainya blokade pada hari Senin lalu."
Ditambahkan bahwa dalam semua kasus, "pasukan menghubungi awak kapal melalui komunikasi radio dan menginstruksikan mereka untuk berbalik arah," tulis WSJ mengutip pejabat-pejabat AS, yang mengatakan bahwa kapal-kapal tanker tersebut mematuhi perintah tersebut dan tidak diperlukan pemeriksaan kapal.
Menurut WSJ, para pejabat AS itu mengatakan bahwa dua kapal pertama yang dicegat telah meninggalkan pelabuhan Chabahar, Iran di Teluk Oman dan dihubungi oleh sebuah kapal perusak AS. WSJ menambahkan bahwa AS juga menggunakan pesawat patroli maritim P-8 untuk mencegat kapal-kapal tanker tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tersebut, setelah gagalnya pembicaraan akhir pekan lalu yang diadakan di Pakistan untuk mengakhiri perang dengan Iran.
(ita/ita)





